Jesslyn Wijaya Terlacak di Kuala Lumpur, Polisi Belum Pastikan Motif Penjemputan Paksa

Author: Redaksi Android62

Polres Metro Jakarta Pusat melacak atlet golf Jesslyn Wijaya berada di Kuala Lumpur saat penyelidikan dugaan penculikan masih berlangsung. Keberadaan di luar negeri itu belum menghentikan proses penyelidikan karena polisi masih memastikan keselamatan Jesslyn dan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Pelacakan menunjukkan Jesslyn meninggalkan Indonesia dari Semarang menuju Kuala Lumpur pada 14 Juli 2026. Perjalanan itu terjadi sehari setelah dugaan penjemputan paksa di sebuah restoran di Jakarta Pusat pada 13 Juli 2026.

Polisi Menelusuri Rangkaian Perjalanan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra menyatakan informasi keberangkatan itu diperoleh dari manifes perjalanan yang diterima penyidik. Jesslyn disebut tidak bepergian sendiri, melainkan bersama dua orang yang memiliki hubungan keluarga dengannya.

Waktu Lokasi Informasi
13 Juli 2026 Restoran di Jakarta Pusat Terjadi dugaan penculikan atau penjemputan paksa.
14 Juli 2026 Semarang Jesslyn berangkat meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur.
Saat penyelidikan Kuala Lumpur Polisi melacak Jesslyn bersama dua orang yang disebut memiliki hubungan keluarga.

Roby menjelaskan, “Kejadian tersebut tanggal 13, tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes perjalanan yang kami terima.” Data perjalanan tersebut menjadi salah satu dasar penyidik untuk menyusun kembali rangkaian peristiwa.

Keluarga Diminta Memberi Penjelasan

Penyidik mengundang dua orang yang disebut ikut dalam perjalanan untuk memberikan keterangan resmi. Ayah Jesslyn juga diminta hadir guna menjelaskan informasi yang berkaitan dengan dugaan peristiwa di Jakarta Pusat dan keberangkatan ke luar negeri.

Polisi belum menyampaikan apakah undangan pemeriksaan itu telah dipenuhi oleh pihak keluarga. Keterangan dari mereka dinilai penting untuk mengurai kondisi Jesslyn sejak peristiwa di restoran hingga keberadaannya di Kuala Lumpur.

Penyelidikan tetap berjalan meski Jesslyn telah terlacak berada di luar negeri. Polisi belum akan menghentikan penanganan perkara sebelum memperoleh kepastian mengenai keamanan dan keselamatan atlet golf tersebut.

“Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih belum menghentikan penyelidikan sampai kami dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana,” ujar Roby saat dikonfirmasi pada Selasa, 21 Juli 2026. Pernyataan itu menegaskan bahwa status peristiwa masih dalam tahap pendalaman.

Motif Masih Terbuka

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan alasan di balik penjemputan paksa yang diduga dialami Jesslyn. Sejumlah kemungkinan motif masih dipertimbangkan, tetapi penyidik belum mengarahkan kesimpulan pada satu dugaan tertentu.

Polisi juga belum menemukan informasi mengenai permintaan uang tebusan dalam perkara ini. Ketiadaan informasi tersebut membuat motif dugaan penculikan belum dapat dipastikan.

“Untuk motif sendiri, kita masih belum bisa pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan, namun sampai saat ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan dan sebagainya,” kata Roby. Penyidik masih menggabungkan data perjalanan, keterangan keluarga, dan keterangan saksi untuk memperoleh gambaran utuh.

Saksi Memberi Keterangan, CCTV Tidak Ada

Penelusuran di restoran tempat peristiwa diduga terjadi menghadapi kendala karena tidak ditemukan kamera pengawas atau CCTV yang merekam kejadian. Namun, polisi telah memperoleh keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.

Menurut Roby, para saksi membenarkan adanya peristiwa di tempat tersebut. Keterangan itu terus didalami bersama informasi mengenai perjalanan Jesslyn Wijaya dan pihak-pihak yang menyertainya ke Kuala Lumpur.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru