Katarak Kini Mengincar Usia Produktif, Diabetes dan Sinar UV Jadi Pemicu Utama

Author: Redaksi Android62

Katarak tidak lagi bisa dianggap sebagai gangguan mata yang hanya muncul pada usia lanjut. Pada kelompok usia produktif, kondisi ini mulai lebih sering ditemukan, terutama pada orang dengan diabetes, rabun jauh tinggi, dan mereka yang kerap terpapar sinar ultraviolet.

Perubahan ini menjadi perhatian karena katarak dapat mengganggu pekerjaan dan kualitas hidup lebih cepat dari yang banyak orang duga. Dokter Spesialis Mata sekaligus Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group, dr. Nina Asrini Noor, menyebut kasus pada usia produktif memang makin banyak ditemui dalam beberapa tahun terakhir.

Diabetes menjadi salah satu faktor yang paling kuat dalam mempercepat munculnya katarak. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu metabolisme tubuh dan aliran darah ke mata, sehingga lensa mata lebih mudah mengalami kekeruhan.

Dr. Nina menjelaskan bahwa diabetes memengaruhi metabolisme seluruh tubuh, termasuk mata. Gangguan aliran darah ke mata ikut meningkatkan risiko lensa menjadi keruh lebih cepat dari seharusnya.

Paparan UV yang sering diabaikan

Selain faktor metabolik, sinar ultraviolet juga berperan dalam mempercepat perubahan pada lensa mata. Banyak orang masih belum terbiasa memakai pelindung mata saat berkendara atau beraktivitas di luar ruangan, padahal paparan UV tetap bisa masuk ke mata, termasuk saat berada di dalam mobil.

Kebiasaan sederhana seperti memakai kacamata dengan perlindungan UV dapat membantu memperlambat risiko kerusakan lensa. Langkah ini penting dibangun sejak usia muda agar proses munculnya katarak tidak berjalan lebih cepat.

Kelompok minus tinggi ikut berisiko

Risiko lain juga lebih besar pada orang dengan rabun jauh tinggi atau minus tinggi. Kondisi ini membuat pemeriksaan mata rutin menjadi semakin penting, terutama jika gangguan penglihatan sebelumnya sudah ada.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak berarti tidak bisa ditangani. Operasi katarak tetap dapat dilakukan dengan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi mata pasien.

Gejala awal sering datang diam-diam

Katarak pada usia produktif tidak selalu langsung membuat penglihatan hilang total. Pada tahap awal, gangguannya bisa berupa pandangan buram, silau saat malam hari, dan penurunan kualitas penglihatan saat bekerja.

Dampak seperti itu dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan produktivitas jika tidak segera diperiksa. Karena itu, perubahan kecil pada penglihatan sebaiknya tidak diabaikan, apalagi bila muncul saat seseorang masih aktif bekerja.

Dr. Nina mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai penglihatan sangat terganggu. Penanganan yang lebih cepat biasanya memberi peluang pemulihan yang jauh lebih baik.

Pemeriksaan dini menjadi kunci

Meningkatnya kasus katarak pada usia produktif menunjukkan bahwa kesehatan mata perlu dijaga sejak dini, terutama pada kelompok dengan faktor risiko metabolik dan paparan lingkungan yang tinggi. Pemeriksaan mata lebih cepat membantu dokter menilai perubahan pada lensa sebelum gangguan berkembang lebih jauh.

Mengendalikan diabetes, memakai pelindung UV saat beraktivitas di luar, dan memeriksakan mata ketika mulai merasakan perubahan penglihatan menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan. Dengan kebiasaan itu, dampak katarak pada usia aktif dapat ditekan sebelum mengganggu pekerjaan dan keseharian lebih jauh.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru