Kawasaki Athlete Lawas Milik Ernest Prakasa Kembali Muncul, 125 CC Ini Masih Punya Daya Tarik Khas

Author: Redaksi Android62

Kawasaki Athlete kembali jadi bahan obrolan setelah model lawas itu muncul lagi lewat sorotan Ernest Prakasa. Motor bebek sport 125 cc tersebut menarik perhatian bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena tampilannya yang masih punya karakter kuat dan tidak mudah disamakan dengan motor bebek lain.

Ernest diketahui pernah memakai Kawasaki Athlete sebagai kendaraan harian saat masih bekerja kantoran. Dalam unggahannya, ia menyebut motor itu digunakan setiap hari pada rentang 2008–2011, lalu kini kembali dimilikinya setelah melalui proses pencarian dan restorasi.

Tampilan yang membuatnya mudah dikenali

Daya tarik Kawasaki Athlete ada pada desainnya yang sejak awal memang dibuat lebih agresif. Bentuk bodinya ramping, bagian depan diberi fairing kecil, dan grafis tajam membuat motor ini terlihat sporty sejak pandangan pertama.

Karakter visual seperti itu menjadi pembeda utama Athlete dari kebanyakan motor bebek pada masanya. Wajar jika model ini masih sering dibicarakan, meski produksinya sudah berhenti dan unit yang tersisa di jalan kini makin jarang terlihat.

Mesin 125 cc yang tetap masuk akal untuk harian

Di balik tampilan sporty-nya, Kawasaki Athlete membawa mesin 125 cc, 4-tak, satu silinder SOHC dengan pendingin udara. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 11 Tk, angka yang dinilai cukup untuk kebutuhan harian, terutama di jalur perkotaan.

Tenaga disalurkan lewat transmisi manual 4-percepatan tipe rotari. Karakternya disebut responsif pada putaran bawah sampai menengah, sehingga cocok untuk situasi lalu lintas padat yang sering menuntut perpindahan kecepatan dan stop and go.

Perangkat kaki-kaki yang mendukung pemakaian sehari-hari

Soal kenyamanan, motor ini memakai suspensi depan teleskopik dan monoshock di bagian belakang. Kombinasi tersebut memberi keseimbangan yang dibutuhkan motor bebek sport saat dipakai untuk mobilitas rutin.

Di sektor pengereman, Kawasaki Athlete sudah menggunakan cakram pada kedua roda. Pada masanya, konfigurasi ini tergolong mumpuni di kelasnya karena membantu memberi kontrol lebih baik saat berkendara.

Masih menarik meski sudah berstatus lawas

Munculnya lagi unit milik Ernest ikut mengingatkan bahwa motor lawas tidak selalu kalah menarik dari model baru. Selain menyimpan nilai nostalgia, Kawasaki Athlete juga punya identitas desain yang tegas serta karakter mekanis yang sederhana.

Di tengah banyaknya motor modern dengan fitur yang lebih beragam, Athlete tetap punya tempat tersendiri di mata penggemar otomotif. Perpaduan bentuk khas, mesin 125 cc yang fungsional, dan cerita pemakaian sebagai motor harian membuat model ini kembali mencuri perhatian saat tampil di media sosial.

Bagi sebagian orang, Kawasaki Athlete menunjukkan bahwa sebuah motor bisa tetap relevan bukan karena usia yang muda, melainkan karena karakter yang kuat dan pengalaman pemakaian yang melekat di ingatan. Kehadiran unit yang kini kembali dimiliki Ernest Prakasa membuat motor bebek sport lawas ini kembali terlihat sebagai salah satu model yang masih enak dibahas sampai sekarang.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru