Api di Viva Dominicus Beach Menewaskan Turis Italia, Ribuan Tamu Dievakuasi

Author: Redaksi Android62

Kebakaran besar di Viva Dominicus Beach Hotel, Bayahibe, Republik Dominika, menewaskan seorang turis Italia dan memaksa 1.690 tamu dievakuasi. Api yang muncul pada dini hari Jumat, 19 Juni, cepat membesar dan memicu operasi darurat besar untuk mengamankan para penghuni hotel.

Korban tewas diidentifikasi sebagai Francesca Valentina, 46 tahun. Ia mengalami paparan asap parah, sempat dipindahkan ke pusat kesehatan di provinsi La Romana, lalu meninggal dunia.

Evakuasi berlangsung dalam skala besar

Dinas darurat DAEH menyebut 177 anak dan 21 bayi termasuk di antara tamu yang dipindahkan ke hotel lain yang dinilai lebih aman. Juan Manuel Méndez, Direktur COE, mengatakan para tamu ditempatkan di hotel-hotel terdekat untuk pemeriksaan lanjutan.

DAEH juga menyampaikan bahwa para tamu digeser ke area yang aman dan berventilasi sesuai prosedur yang berlaku. Langkah itu dilakukan saat petugas berupaya menjaga situasi tetap terkendali di sekitar lokasi kebakaran.

Api cepat merambat di struktur atap

COE menjelaskan kebakaran menyebar cepat karena sebagian struktur atap terbuat dari bahan mudah terbakar, termasuk palm, serta karena kondisi angin. Rekaman di media sosial memperlihatkan beberapa bangunan di kompleks itu dilalap api dengan asap hitam tebal membumbung dari atap.

Petugas pemadam dan unit darurat lain bekerja untuk menahan api dan mengendalikan keadaan. Dalam pernyataannya, DAEH mengatakan COE memegang kendali dan koordinasi umum operasi respons, bersama sistem nasional pencegahan, mitigasi, dan respons.

Sejumlah orang mendapat perawatan medis

Selain korban tewas, beberapa orang lain mengalami cedera dalam insiden tersebut. Reuters melaporkan sembilan orang menerima perawatan medis, sementara DAEH menyebut bantuan datang dari berbagai pihak untuk memperkuat operasi pemadaman.

COE menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. DAEH menambahkan bahwa hotel Viva Wyndham Dominicus Palace kembali beroperasi normal setelah api berhasil dikendalikan.

Berita Terbaru