Kematian Dua Warga Nigeria Memperuncing Tekanan ke Afrika Selatan

Author: Redaksi Android62

Ketegangan antara Nigeria dan Afrika Selatan kembali meningkat setelah dua warga Nigeria dilaporkan tewas di tengah memuncaknya serangan anti-migran. Abuja menilai warga asing seharusnya tidak menjadi sasaran di negara tersebut dan mulai menempuh langkah diplomatik terhadap Pretoria.

Kementerian luar negeri Nigeria menyebut Emeka Charles Iroegbu tewas pada 28 Juni di Pretoria setelah diduga mengalami “teknik interogasi yang mengerikan” dari polisi. Pada hari yang sama, pemilik toko Musa Yunana Joe juga dilaporkan tewas setelah diserang orang tak dikenal di luar tokonya di eMalahleni.

Tekanan diplomatik dari Abuja

Nigeria mengatakan pihaknya telah menempatkan pemerintah Afrika Selatan “dalam pemberitahuan” dan menegaskan bahwa “semua opsi masih ada di meja” jika pola intoleransi dan perilaku “gaya apartheid” terhadap warga asing terus dibiarkan. Pemerintah Nigeria juga menuntut kompensasi bagi warganya yang meninggalkan Afrika Selatan.

Selain itu, Abuja menyatakan telah mulai mendokumentasikan bisnis dan properti yang ditinggalkan warga Nigeria. Langkah ini diambil di tengah penolakan pemerintah Afrika Selatan untuk membayar kompensasi kepada warga Nigeria yang terdampak.

Pernyataan Pretoria menuai kecaman

Komisaris kabinet Afrika Selatan, Khumbudzo Ntshavheni, mengatakan warga Nigeria masih bisa menjual properti terdaftar mereka di pasar Afrika Selatan. Dalam pengarahan media pada Jumat, ia juga melontarkan pernyataan yang kemudian dikecam oleh Nigeria.

Kementerian luar negeri Nigeria pada Minggu menyebut komentar itu “tidak dapat diterima” dan menilai ucapan pejabat tinggi pemerintah yang “merendahkan, tidak profesional dan tanpa penyaringan” merupakan ujaran kebencian. Pretoria sendiri belum memberikan komentar atas kematian dua warga Nigeria tersebut.

Gelombang anti-migran di Afrika Selatan

Kasus ini muncul ketika sentimen anti-migran di Afrika Selatan terus menguat. Sekitar 25.000 warga dari negara-negara Afrika lain dipulangkan oleh negara asal mereka, dan sekitar 700 di antaranya merupakan warga Nigeria.

Sejumlah kelompok anti-migran di Afrika Selatan juga memberi tenggat 30 Juni kepada warga asing tanpa dokumen untuk meninggalkan negara itu. Ghana, Malawi, dan Nigeria termasuk negara yang memulangkan sebagian warganya sebelum tenggat tersebut.

Peristiwa Lokasi Tanggal Keterangan
Emeka Charles Iroegbu tewas Pretoria 28 Juni Dilaporkan tewas oleh polisi dengan “teknik interogasi yang mengerikan”
Musa Yunana Joe tewas eMalahleni 28 Juni Diserang orang tak dikenal di luar tokonya

Tekanan terhadap migran di Afrika Selatan ikut dipicu oleh kondisi ekonomi dan pengangguran yang tinggi. Negara dengan ekonomi paling maju di benua itu memiliki tingkat pengangguran lebih dari 30 persen, sehingga tetap menarik bagi warga dari negara-negara yang lebih miskin untuk mencari pekerjaan, termasuk di sektor berupah rendah.

Polisi menyebut protes di seluruh negeri pada Selasa berlangsung damai. Namun, kematian dua warga Nigeria menambah beban hubungan bilateral di tengah suasana anti-pendatang yang semakin keras.

Berita Terbaru