Kehadiran 15 BUMN di Raja Ampat menandai langkah bersama yang tidak hanya menyoroti konservasi laut, tetapi juga kebutuhan dasar warga di dua kampung sasaran. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan itu dijalankan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dengan pendekatan yang menggabungkan pemulihan ekosistem dan penguatan sosial ekonomi masyarakat.
Dalam program tersebut, pekerjaan di lapangan tidak berdiri pada satu sektor saja. Sejumlah intervensi masuk ke bidang lingkungan, pendidikan, sosial, hingga energi agar manfaatnya terasa lebih luas bagi warga setempat.
Pemulihan laut menjadi titik awal
Di Kampung Mutus, fokus utama diarahkan pada pemulihan ekosistem laut melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan 650 fragmen karang. Langkah ini memperlihatkan bahwa konservasi pesisir tidak dijalankan sebagai kegiatan terpisah, melainkan menjadi bagian dari program yang juga menyentuh kehidupan warga.
Selain upaya lingkungan, Kampung Mutus menerima dukungan listrik untuk 119 rumah. Kehadiran akses energi ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi aktivitas harian masyarakat di wilayah yang masih membutuhkan penguatan layanan dasar.
Kampung Manyaifun mendapat sentuhan layanan dasar
Di kampung lain, yaitu Manyaifun, program TJSL BUMN mencakup penyediaan listrik untuk 59 rumah. Renovasi fasilitas umum juga dilakukan agar warga memperoleh manfaat yang langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Perbaikan turut menyasar sekolah dan rumah ibadah, sehingga program tidak berhenti pada aspek energi saja. Dukungan seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi BUMN di Raja Ampat dirancang untuk menjawab kebutuhan sosial yang nyata, bukan hanya mengejar target lingkungan.
Kolaborasi lintas BUMN dari berbagai sektor
Sebanyak 15 perusahaan dan lembaga milik negara terlibat dalam inisiatif ini. Selain PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), daftar peserta juga mencakup PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Indonesia Financial Group (IFG), AirNav Indonesia, PT Taspen (Persero), Perum Peruri, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Perum DAMRI.
ASDP menegaskan bahwa keterlibatannya merupakan bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan, terutama untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa peran perusahaan tidak boleh berhenti pada layanan transportasi semata.
“Partisipasi ASDP dalam program TJSL BUMN di Raja Ampat merupakan wujud komitmen kami untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang andal, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru.
Pendekatan yang menyatukan banyak kebutuhan
Program di Raja Ampat memperlihatkan pola kerja yang menggabungkan beberapa sasaran sekaligus. Pemulihan mangrove dan terumbu karang berjalan beriringan dengan penyediaan listrik, renovasi fasilitas umum, serta dukungan untuk sekolah dan rumah ibadah.
Direktur TJSL BP BUMN Edi Eko Cahyono menilai pola kolaborasi lintas perusahaan negara seperti ini lebih strategis. Ia menyebut pendekatan tersebut membuat program lebih terukur dan lebih terarah bagi para penerima manfaat, sekaligus mendukung keberlanjutan hasil di lapangan.
Dengan cara itu, konservasi tidak diposisikan hanya sebagai upaya menjaga alam, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memperkuat kualitas hidup warga. Program ini menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan sosial bisa dijalankan secara bersamaan tanpa saling menunggu.
Dampak yang dirancang berlapis
Bagi warga di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, manfaat program datang dari beberapa arah sekaligus. Saat ekosistem laut dibenahi, akses energi dan fasilitas umum juga diperkuat agar kehidupan masyarakat menjadi lebih layak dan mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut program ini sebagai kelanjutan dari aksi sosial perusahaan di Indonesia Timur. Sebelumnya, ASDP juga terlibat dalam pelestarian alam dan dukungan beasiswa pendidikan, sehingga kontribusinya bergerak secara berkesinambungan.
Windy menegaskan, “Melalui program kolaborasi ini, ASDP ingin memastikan kehadirannya tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.” Arah tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pada pengentasan kemiskinan dan energi bersih, sementara kerja bersama 15 BUMN di Raja Ampat memperlihatkan bagaimana konservasi laut dan penguatan ekonomi warga bisa dikerjakan dalam satu rangkaian yang saling mendukung.
