Kopi Jadi Senjata Hijau JAI Di Jabar, 24 Ribu Pohon Ditanam Untuk Ekonomi Warga

Author: Redaksi Android62

Program penanaman 100.000 pohon Tahap III yang digerakkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat kini menambah 24 ribu pohon kopi ke lahan-lahan sasaran. Dengan tambahan itu, kopi bukan hanya hadir sebagai penghijauan, tetapi juga disiapkan sebagai jalan untuk membuka ruang ekonomi bagi warga di daerah penanaman.

Sebaran penanaman kali ini mencakup empat lokasi di Jawa Barat. Rinciannya ialah 7.500 pohon di Desa Neglasari, Kabupaten Cianjur, 5.000 pohon di Desa Sukamaju, Kabupaten Garut, 2.500 pohon di Desa Wanasigra, Kabupaten Tasikmalaya, dan 9.000 pohon di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Penanaman simbolis dilakukan di Cabang Neglasari, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (30/5). Kegiatan itu menjadi bagian dari gerakan Sumbangsih Hijau untuk Negeri yang digelar bersama Indonesian Conference on Religion and Peace atau ICRP dan Yayasan ALAS atau Alam Lestari Asih Sesama.

Ketua Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menempatkan penghijauan sebagai upaya yang harus memberi manfaat ekologis dan juga ikut meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Zaki, semangat gerakan itu dirangkum dalam pesan “Hijaukan Negeri, Tumbuhkan Ekonomi, Perkuat Harmoni untuk Indonesia”. Pesan tersebut menggambarkan arah program yang menghubungkan perawatan alam dengan manfaat sosial yang lebih luas.

Jenis pohon yang ditanam pada tahap terbaru ini adalah kopi Arabika dan Robusta. JAI memilih kopi karena tanaman ini dinilai memiliki nilai ganda, yakni menambah tutupan hijau sekaligus membuka peluang ekonomi.

Pilihan itu membuat program tidak berhenti pada penanaman pohon semata. Di wilayah sasaran, kopi diposisikan sebagai bagian dari gerakan hijau yang juga diarahkan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Hingga Januari 2026, JAI telah merealisasikan penanaman 46 ribu pohon di berbagai daerah. Dengan tambahan 24 ribu pohon pada Tahap III, total capaian program meningkat menjadi 70 ribu pohon.

Masih ada 30 ribu pohon lagi yang menjadi target berikutnya. JAI berencana melanjutkan tahap selanjutnya pada Tahap IV dalam tahun anggaran 2026/2027 agar target 100 ribu pohon bisa tercapai.

Di Jawa Barat, penanaman kopi menjadi contoh bagaimana agenda lingkungan dapat disusun sejalan dengan penguatan ekonomi warga. Gerakan ini menunjukkan bahwa penghijauan bisa diarahkan untuk menjaga alam sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat lokal.

Source: www.jpnn.com
Berita Terbaru