Korban Tewas Di Lebanon Tembus 2.702, Serangan Israel Di Selatan Masih Berlanjut

Author: Redaksi Android62

Hingga 5 Mei, eskalasi serangan Israel di Lebanon belum menunjukkan tanda mereda. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban jiwa sudah mencapai 2.702 orang, sementara 8.311 orang lainnya terluka sejak gelombang serangan dimulai dari 2 Maret.

Angka itu memperlihatkan bahwa tekanan militer di Lebanon selatan masih sangat tinggi. Dalam satu hari saja, laporan yang sama menyebut ada tambahan enam korban jiwa, menandakan warga sipil tetap berada dalam risiko besar.

Lebanon selatan menjadi wilayah yang paling banyak terkena dampak. Serangan udara dan artileri Israel terus menghantam kawasan pemukiman serta titik-titik strategis hampir setiap hari, sehingga kerusakan dan jatuhnya korban sulit dihindari.

Di sejumlah kota, termasuk kawasan pinggiran Tyre, serangan beruntun disebut meninggalkan kerusakan berat. Rumah warga, fasilitas umum, dan area sipil ikut terdampak, membuat kondisi kehidupan di dekat garis perbatasan semakin rapuh.

Situasi itu juga memicu meluasnya krisis kemanusiaan. Banyak warga terpaksa berpindah tempat, sementara ancaman serangan langsung dan rusaknya infrastruktur membuat akses hidup layak semakin terbatas.

Upaya gencatan senjata yang didorong Amerika Serikat belum berhasil menghentikan kekerasan di lapangan. Meski ada dorongan agar konflik segera mereda, operasi militer Israel di Lebanon selatan tetap berlangsung.

Pada 16 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari, lalu diperpanjang hingga tiga pekan. Namun, tembakan udara dan artileri dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari.

Kondisi itu membuat harapan akan jeda kekerasan belum terwujud. Di lapangan, serangan terus berulang dan korban sipil tetap bertambah, sehingga situasi belum bergeser ke arah yang lebih tenang.

Di tengah serangan yang masih berlangsung, Hizbullah menyatakan telah menjalankan sedikitnya 12 operasi tempur terhadap militer Israel. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ketegangan bersenjata di wilayah perbatasan masih jauh dari reda.

Rangkaian serangan dan balasan tersebut menempatkan Lebanon selatan sebagai pusat krisis paling parah. Selama tembakan udara dan artileri belum berhenti, warga sipil di kawasan itu masih hidup di bawah ancaman yang sama dari hari ke hari.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru