Sebanyak 10 ekor sapi disembelih di depan Masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim sebagai bagian dari rangkaian kurban Iduladha 1447 Hijriah atau 2026. Daging kurban dari penyembelihan itu dibagikan kepada keluarga besar Polri, pondok pesantren, yayasan yatim piatu, mitra Polri, dan masyarakat sekitar.
Di luar penyembelihan di Mapolda Jatim, Polda Jawa Timur juga menyalurkan hewan kurban ke berbagai penerima di wilayah Jawa Timur. Total hewan yang didistribusikan mencapai 127 ekor sapi dan 22 ekor kambing, dengan sasaran yang mencakup pondok pesantren, masjid, mushala, yayasan yatim piatu, asrama Polri, hingga mitra kepolisian.
Ketua Panitia Hari Raya Iduladha 1447 H Polda Jatim, Sih Harno, menyampaikan bahwa penyaluran dilakukan bertahap pada 25 hingga 26 Mei 2026. Dari total hewan yang diterima panitia, 92 ekor sapi dan 22 ekor kambing sudah lebih dulu disalurkan ke sejumlah penerima.
Penerima kurban itu tersebar di wilayah hukum Polda Jatim dan meliputi berbagai unsur yang selama ini berhubungan dengan lingkungan kepolisian. Pola distribusi tersebut membuat manfaat kurban tidak berhenti di internal institusi, tetapi juga menjangkau lembaga keagamaan dan warga di sekitar.
Kapolda Jatim Nanang Avianto menilai penyaluran hewan kurban ini sebagai bentuk kepedulian sosial Polri pada momentum Iduladha. Ia memandang kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat.
Menurut Sih Harno, Iduladha menjadi momen untuk memperkuat nilai keimanan, semangat pengorbanan, dan kepedulian sosial. Ia juga menyebut perayaan ini sebagai bagian dari pembinaan mental dan rohani di lingkungan kepolisian.
Karena itu, rangkaian kurban diarahkan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta semangat rela berkorban dalam mewujudkan Polri Presisi. Panitia menilai jumlah hewan kurban tahun ini juga menunjukkan antusiasme keluarga besar Polda Jatim yang cukup tinggi.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pelaksanaan Iduladha di lingkungan Polda Jatim dirancang untuk memberi manfaat yang lebih luas. Selain diterima oleh pesantren dan rumah ibadah, daging kurban juga sampai kepada pihak-pihak di dalam institusi kepolisian dan masyarakat sekitar.
