LASIK tidak bisa dipandang sebagai tindakan yang bisa dilakukan begitu saja. Prosedur ini baru aman dijalankan setelah pasien melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi mata benar-benar memenuhi syarat.
Pemilihan kandidat menjadi kunci utama karena LASIK menyasar koreksi refraksi yang berdampak langsung pada ketajaman penglihatan dan kenyamanan beraktivitas. Di RS Mata JEC @ Menteng, evaluasi awal bahkan disebut sebagai fondasi penting sebelum tindakan dilakukan.
Seleksi pasien menentukan keamanan tindakan
Meski dikenal memiliki tingkat keberhasilan tinggi, LASIK tetap memerlukan penyaringan yang ketat. Kandidat ideal umumnya berusia minimal 18–20 tahun, ukuran kacamata stabil setidaknya selama satu tahun terakhir, kornea cukup tebal, dan tidak memiliki gangguan mata tertentu.
Sejumlah kondisi dapat membuat seseorang tidak lolos seleksi, termasuk infeksi berat, glaukoma, gangguan retina, dan mata kering berat. Pemeriksaan ini dilakukan agar tindakan benar-benar sesuai dengan kondisi medis pasien, bukan hanya keinginan untuk lepas dari kacamata atau lensa kontak.
Lima pemeriksaan sebelum tindakan
Sebelum prosedur dijalankan, pasien umumnya menjalani lima pemeriksaan pra-LASIK, yaitu refraksi, pentacam, biometry, keratograph, dan fundus. Setiap tahapan membantu dokter membaca kondisi mata dari sudut yang berbeda.
Pemeriksaan refraksi menilai ketajaman penglihatan, sedangkan pentacam dan biometry membantu melihat bentuk serta ketebalan kornea. Keratograph dipakai untuk menilai permukaan mata, sementara fundus digunakan untuk memeriksa kesehatan retina.
| Pemeriksaan | Fungsi utama |
|---|---|
| Refraksi | Menilai ketajaman penglihatan |
| Pentacam | Membantu menilai bentuk dan ketebalan kornea |
| Biometry | Mendukung pengukuran kondisi kornea |
| Keratograph | Menilai kondisi permukaan mata |
| Fundus | Memeriksa kesehatan retina |
Teknologi modern membantu presisi
RS Mata JEC @ Menteng menghadirkan CoZi LASIK dengan kombinasi pemeriksaan komprehensif dan teknologi laser modern. Sistem ini menggunakan Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500 untuk mendukung tindakan yang lebih presisi.
Femto laser dipakai untuk membuat flap kornea tanpa pisau mekanik, sedangkan excimer laser membentuk ulang kornea. Teknologi tersebut juga dilengkapi eye tracker yang memantau pergerakan mata secara real-time selama prosedur berlangsung.
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M(K), menegaskan bahwa LASIK modern membutuhkan perencanaan matang. “LASIK modern membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, pemeriksaan pra-LASIK menjadi fondasi yang sangat penting untuk menilai apakah pasien merupakan kandidat yang tepat,” ujarnya.
Hasil yang dituju bukan hanya penglihatan lebih jelas
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M(K), menjelaskan bahwa LASIK bukan hanya bertujuan memperbaiki ketajaman penglihatan. Prosedur ini juga diarahkan untuk membantu kualitas hidup pasien agar lebih bebas beraktivitas.
“LASIK hadir sebagai salah satu pilihan koreksi refraksi yang dapat membantu pasien melihat lebih jelas dan beraktivitas lebih bebas,” ujarnya. Karena itu, tindakan ini banyak dipertimbangkan oleh orang dengan gaya hidup aktif yang merasa kacamata atau lensa kontak kurang praktis.
Pemulihan tetap perlu disiplin
Prosedur LASIK umumnya berlangsung sekitar 10–20 menit untuk kedua mata. Setelah tindakan, pasien tetap harus mengikuti anjuran dokter agar pemulihan berjalan baik dan hasilnya optimal.
Langkah yang biasanya disarankan meliputi penggunaan obat tetes mata sesuai resep, menjaga kebersihan mata, menghindari riasan mata untuk sementara, serta menunda aktivitas berat sampai mata pulih. Dengan pemeriksaan yang tepat, seleksi yang ketat, dan perawatan pascatindakan yang disiplin, LASIK dapat menjadi pilihan bagi pasien yang ingin melihat lebih jelas dengan rasa lebih nyaman.
