Bagi yang ingin libur lebih panjang di penghujung Mei, ada susunan tanggal yang cukup menguntungkan karena rangkaian libur bisa tersambung sampai awal Juni. Pola ini memberi kesempatan untuk beristirahat lebih lama tanpa harus menunggu bulan berikutnya.
Kuncinya ada pada posisi Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Sehari sesudahnya, Kamis, 28 Mei 2026, masuk sebagai cuti bersama Iduladha 1447 H.
Setelah dua hari itu, Jumat, 29 Mei 2026 memang bukan tanggal merah. Namun hari tersebut tetap menarik untuk diambil sebagai cuti tahunan agar libur bisa tersambung lebih panjang.
Jika Jumat ikut diambil cuti, rangkaian libur berlanjut ke Sabtu, 30 Mei 2026 yang merupakan akhir pekan. Setelah itu, Minggu, 31 Mei 2026 tercatat sebagai Hari Raya Waisak 2570 BE, lalu Senin, 1 Juni 2026 menjadi Hari Lahir Pancasila yang berstatus libur nasional.
Dengan susunan tersebut, periode libur bisa terbentang dari 27 Mei sampai 1 Juni. Kombinasi ini membuat akhir Mei menjadi salah satu momen yang layak dicatat sejak sekarang bagi yang ingin memanfaatkan jeda panjang.
Pemerintah telah menetapkan awal bulan Zulhijah jatuh pada 18 Mei. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 Masehi.
Dari ketetapan itu, Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 Masehi. Penetapan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama 3 Menteri.
Susunan hari libur di akhir Mei ini cukup membantu untuk berbagai kebutuhan. Ada yang bisa memakainya untuk pulang kampung, ada pula yang memilih menata agenda keluarga atau sekadar beristirahat di rumah.
Karena jaraknya berdekatan dengan akhir pekan dan tersambung ke awal Juni, periode ini memberi peluang libur panjang tanpa banyak memotong cuti. Bagi yang belum kebagian libur panjang lebih awal, tanggal-tanggal tersebut patut masuk daftar catatan.
Source: www.medcom.id






