Setelah puluhan tahun, Lilis kembali menyanyikan “Permata Biru”, lagu yang pernah direkamnya sebelum menjadi hit besar lewat Nicky Astria. Kali ini, lagu ciptaan Ote Abadi tersebut hadir dengan aransemen rock ballads melalui grup vokal Lee Voice.
Kembalinya Lilis memberi makna tersendiri bagi perjalanan lagu tersebut. Versi baru ini tidak mengulang karakter lady rock yang kuat pada interpretasi Nicky Astria, melainkan menonjolkan harmoni tiga suara.
Rekaman Lama yang Kembali ke Penyanyi Awal
Ote Abadi mengungkapkan bahwa “Permata Biru” sempat direkam oleh Lilis, yang juga istrinya, sebelum Nicky Astria meminta lagu itu pada era 1990-an. Nicky Astria kala itu meminta dua lagu kepada Ote, termasuk “Permata Biru”.
Lilis kemudian merelakan lagunya dibawakan oleh Nicky Astria hingga dikenal luas oleh publik. Ote Abadi menyebut keputusan itu diambil demi profesionalisme.
“Padahal, saat itu lagu tersebut sudah direkam oleh istri saya sendiri, Lilis. Namun, demi profesionalisme, Lilis mengalah dan merelakan lagu itu dinyanyikan Nicky hingga menjadi hits besar,” kata Ote Abadi saat peluncuran single.
Riwayat tersebut membuat perilisan baru “Permata Biru” tidak hanya menjadi proyek daur ulang lagu lama. Lagu itu kembali kepada suara penyanyi yang pernah merekamnya, tetapi dalam bentuk musikal yang berbeda.
Perpaduan Tiga Karakter Vokal
Lee Voice beranggotakan Lilis, Erny, dan Evie. Dalam formasi ini, Lilis mengisi warna alto, sedangkan Evie membawa karakter mezzo soprano.
Aransemen rock ballads dipilih untuk mempertahankan tenaga “Permata Biru” sekaligus memberikan nuansa manis dan romantis. Perpaduan vokal ketiganya menjadi pembeda utama dibandingkan versi yang sebelumnya populer.
Lilis menilai pembaruan tersebut penting agar lagu lama itu dapat mendekati pendengar dari generasi milenial dan Gen Z. Ia menyebut Lee Voice membawa semangat baru lewat harmoni tiga suara.
Dalam peluncuran single, Lilis juga menghadirkan anak-anaknya yang berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Kehadiran mereka memperlihatkan upaya grup ini membuka percakapan antargenerasi melalui musik.
Target Pendengar Lintas Generasi
Lee Voice memperkenalkan single perdana “Permata Biru” di Toeti Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Grup vokal ini berada di bawah naungan Ussy Pieters Management.
Ussy Pieters sebagai eksekutif produser mengatakan dirinya tertarik pada perpaduan karakter vokal para personel. Ia meyakini versi baru “Permata Biru” dapat kembali diterima oleh masyarakat Indonesia.
Menurut pemberitaan Suara.com, pengamat musik senior Buddy Ace yang memandu peluncuran menilai format rock ballads Lee Voice berpeluang menjangkau penikmat musik lintas generasi. Grup tersebut juga menyiapkan penampilan di sejumlah kafe dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pendengar.
Bagi Evie, proyek ini membawa pesan bahwa seniman tetap dapat berkarya tanpa dibatasi usia. “Kami ingin menjadikan lagu ini sebagai warisan bagi industri musik. Kami ingin membuktikan bahwa karya musik tidak mengenal batasan usia,” ujarnya.
