Saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk langsung tancap gas pada perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia. Harga saham perseroan naik 34,12 persen dari harga penawaran Rp170 menjadi Rp228 per lembar dan menyentuh batas Auto Reject Atas.
Pergerakan cepat itu membuat debut RANS menjadi salah satu perhatian utama di lantai bursa. Pada sesi awal, saham tersebut membukukan volume transaksi 7.683 lot, nilai akumulasi Rp175,17 juta, dan frekuensi 1.580 kali.
Deretan Tokoh Yang Hadir Di Seremoni Pencatatan
Seremoni pencatatan saham perdana RANS pada Jumat, 10 Juli 2026, dihadiri jajaran manajemen, pelaku pasar, dan sejumlah tokoh bisnis nasional. Di antara nama yang tampak hadir terdapat Garibaldi Thohir, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, Axton Salim, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Sejumlah figur publik juga terlihat mengikuti prosesi itu, termasuk Anang Hermansyah, Nazril Irham, dan Gading Marten. Kehadiran mereka menambah sorotan pada langkah RANS yang menjadi emiten ketujuh yang melantai di bursa domestik sepanjang 2026.
Dana IPO Dan Arah Penggunaannya
Melalui penawaran umum perdana, RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perseroan menghimpun dana segar Rp429,25 miliar.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Manajemen RANS telah menyiapkan rencana penggunaan dana untuk menopang beberapa lini usaha komersial dan pengembangan bisnis perseroan.
| Alokasi Dana | Porsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Penyelenggaraan konser | 37,61 persen | Pembiayaan acara musik di berbagai kota |
| Akuisisi perusahaan | 19,80 persen | Pengambilalihan 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia |
| Pembangunan wahana | 18,64 persen | Proyek destinasi bermain dan edukasi Cipungland |
| Teknologi kecerdasan buatan | 8,15 persen | Penempatan dana pada joint venture bersama PT Feedloop Global Teknologi |
| Restrukturisasi utang | 6,98 persen | Percepatan pelunasan sebagian pinjaman perseroan |
Prospektus perseroan juga menyoroti tujuh entitas anak usaha yang hingga kini belum beroperasi secara komersial. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang akan terus dicermati investor dalam menilai prospek jangka panjang perusahaan.
Komposisi Pemegang Saham Setelah IPO
Pasca-IPO, Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Di bawahnya, kepemilikan saham tersebar ke beberapa institusi, figur publik, dan pihak terkait lainnya.
| Pemegang Saham | Porsi | Jumlah Saham |
|---|---|---|
| PT Indonesia Entertainment Grup | 7,23 persen | 911,5 juta lembar |
| Dony Oskaria | 2,74 persen | 345,25 juta lembar |
| Soultan Ariq Rachman | 2,74 persen | 345,5 juta lembar |
| Sutanto Hartono | 1,14 persen | 144 juta lembar |
| Nagita Slavina | 0,99 persen | 124,75 juta lembar |
| Kaesang Pangarep | 0,91 persen | 115,25 juta lembar |
| Hikmat Janika | 0,68 persen | Tidak disebutkan |
| PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi | 0,61 persen | Tidak disebutkan |
| Publik atau masyarakat | 20,02 persen | Tidak disebutkan |
Dalam komposisi tersebut, PT Indonesia Entertainment Grup menjadi pemegang saham institusional terbesar yang disebutkan dalam prospektus. Dony Oskaria yang menjabat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara tercatat memiliki porsi yang hampir berimbang dengan Soultan Ariq Rachman.
Lonjakan di hari pertama membuat debut RANS di pasar modal mendapat perhatian luas dari pelaku pasar. Di saat yang sama, daftar pemegang saham dan arah penggunaan dana IPO menjadi dua hal yang paling disorot setelah pencatatan perdana tersebut.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan hanya menyajikan data publik mengenai perkembangan pasar modal. Keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan saham, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab pembaca secara mandiri.
Source: www.suara.com






