Lori Chavez-DeRemer Tinggalkan Jabatan, Skandal Staf Guncang Departemen Tenaga Kerja AS

Author: Redaksi Android62

Pengunduran diri Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Lori Chavez-DeRemer, langsung menjadi sorotan besar di lingkungan pemerintahan Donald Trump. Keputusan itu muncul setelah namanya terseret serangkaian tuduhan yang menambah tekanan terhadap posisinya di kabinet.

Chavez-DeRemer menyampaikan langkah mundurnya melalui pernyataan di media sosial X. Dalam pernyataan itu, ia menegaskan akan terus memperjuangkan pekerja Amerika sebelum kembali ke sektor swasta setelah masa tugasnya berakhir.

Di balik keputusan tersebut, perhatian publik lebih dulu tertuju pada laporan soal dugaan perlakuan tidak pantas terhadap staf perempuan muda di Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat. Menurut laporan yang dikutip dari New York Times, Chavez-DeRemer, para ajudannya, dan bahkan anggota keluarganya disebut rutin mengirim pesan pribadi serta permintaan kepada staf muda.

Penyelidikan internal dan aduan staf
Laporan yang sama juga menyebut Chavez-DeRemer dan mantan wakil kepala stafnya mengirim pesan teks kepada sejumlah karyawan agar membawakan wine selama perjalanan dinas departemen. Isi pesan itu kemudian masuk dalam penyelidikan internal yang menyoroti kepemimpinannya.

Penyelidikan tersebut berawal dari aduan mengenai pelanggaran perilaku yang dinilai meluas dan memicu kekhawatiran di kalangan staf. Setidaknya tiga anggota staf Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat juga mengajukan aduan pelanggaran hak sipil yang menggambarkan lingkungan kerja tidak bersahabat.

Dampak ke tim dekat
Gelombang masalah itu ikut memukul tim dekat Chavez-DeRemer. Laporan New York Times menyebut empat orang telah dikeluarkan dari timnya sebagai dampak dari penyelidikan yang berjalan.

Mereka termasuk mantan kepala staf, mantan wakil kepala staf, serta direktur persiapan dan personel tim keamanannya yang dituduh berselingkuh dengannya. Perubahan di lingkar terdekat itu memperlihatkan bahwa penyelidikan tidak hanya menyentuh jabatan politik, tetapi juga struktur kerja di sekelilingnya.

Sorotan ke keluarga dan tekanan publik
Nama keluarga Chavez-DeRemer juga ikut masuk dalam pemberitaan, meski dirinya tidak dituduh secara pribadi dalam kasus yang melibatkan ayah dan suaminya. Namun laporan MS NOW menyebut ada dua aduan dari staf perempuan muda yang menuduh suaminya, Shawn DeRemer, melakukan pelecehan seksual.

Munculnya nama keluarga dalam laporan membuat tekanan publik semakin besar. Situasi itu juga memperluas perhatian terhadap dugaan pelanggaran dan budaya kerja yang dinilai meresahkan di Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.

Meninggalkan kabinet Trump di tengah gejolak
Kepergian Chavez-DeRemer menambah daftar gejolak di kabinet Trump. Langkah itu terjadi setelah pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi, yang ikut menyorot keluarnya sejumlah pejabat tinggi perempuan dari lingkar pemerintahan dalam beberapa pekan terakhir.

Chavez-DeRemer sendiri tidak memberi komentar langsung mengenai skandal yang menyeret namanya. Dengan mundurnya sang menteri, perhatian kini tertuju pada dampak penyelidikan terhadap kepemimpinan dan susunan kerja di Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.

Source: news.detik.com
Berita Terbaru