Malaysia Mulai Gaspol Kendaraan Otonom, Level 3 Dibidik Tercapai Pada 2030

Author: Redaksi Android62

Malaysia menargetkan kendaraan otonom Level 3 sudah masuk ke jalan pada 2030. Target ini menunjukkan pemerintah ingin mendorong industri otomotifnya bergerak lebih cepat ke arah mobilitas yang semakin otomatis.

Dorongan tersebut tidak hanya menyentuh pabrikan mobil, tetapi juga rantai pasok teknologi, perangkat lunak, sensor, hingga infrastruktur jalan. Pemerintah Malaysia menilai pembahasan soal kendaraan otonom sudah tidak bisa ditunda lagi jika negara itu ingin tetap mengikuti arah industri otomotif global.

Fokus baru untuk industri otomotif

Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin, menyampaikan bahwa kendaraan otonom belum menjadi fokus utama di negaranya. Karena itu, ia meminta industri otomotif dan pemerintah mulai menyiapkan transisi sejak sekarang.

Sim juga menugaskan Institut Otomotif, Robotika, dan IoT Malaysia atau Malaysia Automotive, Robotics and IoT Institute untuk membangun fondasi pengembangan teknologi kendaraan otonom. Langkah ini dipandang penting agar Malaysia punya arah yang jelas dalam mengejar teknologi yang terus bergerak maju.

Bukan hanya soal mobil

Penerapan sistem mengemudi otonom diperkirakan membawa dampak luas ke berbagai sektor. Perubahan itu mencakup desain semikonduktor, pengembangan perangkat lunak, produksi sensor, sampai kesiapan jalan raya.

Pemerintah Malaysia juga ingin perusahaan lokal ikut masuk ke rantai pasok teknologi tersebut. Sim menilai vendor dalam negeri perlu meningkatkan kemampuan untuk memasok chip, sensor, dan perangkat lunak yang dibutuhkan industri.

Infrastruktur ikut dikejar

Kesiapan kendaraan otonom tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang ada di mobil. Pemerintah daerah dan dinas pekerjaan umum juga diminta ikut menyiapkan lingkungan jalan yang memadai.

Perbaikan kondisi jalan, rambu lalu lintas, dan fasilitas pendukung lain dianggap sebagai bagian penting dari ekosistem kendaraan otonom. Sim menegaskan mobil otonom tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur yang sesuai.

Arti target Level 3

Menurut klasifikasi SAE International, kendaraan otonom dibagi dari Level 0 sampai Level 5. Level 0 berarti seluruh kendali masih berada di tangan pengemudi, sedangkan Level 5 menunjukkan kendaraan bisa berjalan sepenuhnya tanpa campur tangan manusia dalam semua kondisi.

Level 3 berada di tengah perkembangan itu. Pada tahap ini, mobil dapat mengemudi sendiri dalam situasi tertentu, tetapi pengemudi tetap harus siaga dan siap mengambil alih kapan saja.

Dengan menargetkan Level 3 pada 2030, Malaysia memilih jalur bertahap. Strategi itu memberi ruang bagi industri dan regulator untuk membangun fondasi teknis, hukum, dan infrastruktur secara lebih terukur.

Sudah punya pijakan awal

Malaysia sebenarnya sudah memulai langkah awal. Pada November 2020, pemerintah setempat menetapkan jalur uji coba kendaraan otonom pertama di jalan umum kawasan Cyberjaya.

Persetujuan penggunaan jalur itu diberikan sebulan kemudian, dan eMoovit Technology menjadi perusahaan pertama yang mendapat izin untuk menguji kendaraan otonom di lokasi tersebut. Langkah itu menjadi tanda bahwa Malaysia mulai membuka jalan bagi teknologi mobilitas masa depan.

Sim juga menyoroti perkembangan kendaraan otonom di Amerika Serikat sebagai bukti percepatan global. Ia menyebut jumlah kota yang menerapkan kendaraan otonom di sana naik dari sekitar empat kota pada tahun lalu menjadi sekitar 40 kota tahun ini, dan diperkirakan bertambah 60 kota lagi tahun depan.

Menurut Sim, Malaysia tidak seharusnya hanya mengejar teknologi yang sudah ada saat ini. Ia menilai masa depan mobilitas justru ada pada pengemudian otonom, sehingga negara itu masih punya peluang membangun posisi kuat jika fondasinya disiapkan dari sekarang.

Source: voi.id
Berita Terbaru