Peter Szijjarto meninggalkan kursinya di parlemen Hongaria untuk bergabung dengan BYD, produsen kendaraan energi baru asal China. Mantan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria itu akan menangani hubungan eksternal grup serta pengembangan lini bisnis baru.
Pengangkatan tersebut menempatkan Szijjarto dalam strategi ekspansi BYD di Eropa, ketika Hongaria menjadi salah satu pusat investasi kendaraan listrik dan baterai China. Ia mengumumkan jabatan barunya melalui unggahan Facebook pada 15 Juli 2026.
Dalam unggahannya, Szijjarto menyebut posisi tersebut sebagai peran internasional yang sangat bergengsi di salah satu perusahaan terkemuka dunia. Ia juga menilai BYD sebagai salah satu pemain otomotif paling berhasil dalam dua dekade terakhir.
“BYD adalah salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif selama 20 tahun terakhir dan pemimpin global dalam manufaktur kendaraan energi baru,” tulis Szijjarto. Ia menyatakan mulai menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup serta perluasan bisnis baru.
Basis Produksi dan Riset BYD
Peran baru Szijjarto hadir saat BYD memperkuat jejak bisnisnya di Hongaria. Perusahaan itu membangun pabrik produksi kendaraan listrik Eropa pertamanya di Szeged, Hongaria selatan, sejak 2024.
BYD juga menyiapkan basis produksi kendaraan berkapasitas 300.000 unit di Hongaria. Selain manufaktur, perusahaan tersebut mendirikan kantor pusat Eropa di Budapest dan merencanakan pusat penelitian serta pengembangan baru di kota yang sama.
| Perusahaan | Fokus di Hongaria | Lokasi atau Keterangan |
|---|---|---|
| BYD | Produksi kendaraan dan kantor pusat Eropa | Pabrik di Szeged, kantor pusat di Budapest |
| Nio | Manufaktur dan riset stasiun pertukaran baterai | Pabrik energi Eropa |
| CATL, EVE Energy, Sunwoda | Produksi baterai daya | Membangun fasilitas baterai di Hongaria |
Peralihan dari Politik
Szijjarto tercatat sebagai anggota Majelis Nasional Hongaria sejak 2002. Ia menjabat Menteri Luar Negeri Hongaria sejak 2014 hingga Mei tahun ini.
Perpindahannya dari politik ke sektor kendaraan listrik berlangsung di tengah kebijakan Hongaria yang membuka ruang bagi investasi besar dari perusahaan China. Pemerintah Hongaria sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan BYD.
Kesepakatan itu mencakup pendirian kantor pusat Eropa BYD dan pusat penelitian serta pengembangan di Budapest. Perdana Menteri Viktor Orbán menyatakan dunia sedang mengalami perubahan akibat teknologi baru dan bergesernya permintaan konsumen.
Orbán menilai kepemimpinan China dalam teknologi kendaraan listrik dapat menjadi mesin penting bagi pertumbuhan ekonomi Hongaria. Menurutnya, kemitraan strategis itu berpotensi menempatkan Hongaria pada posisi penting dalam era baru teknologi otomotif.
Pada April, Perdana Menteri Magyari menyampaikan harapan agar perusahaan lokal Hongaria dapat menjadi mitra bagi BYD, CATL, dan investor besar lain. “Saya yakin kita pasti akan mampu mencapai kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Selain BYD, Nio telah membangun pabrik energi Eropa yang berfokus pada manufaktur serta riset dan pengembangan stasiun pertukaran baterai. CATL, EVE Energy, dan Sunwoda juga memperluas rantai pasok kendaraan energi baru melalui pembangunan fasilitas baterai di Hongaria.
Masuknya Szijjarto memperlihatkan bahwa hubungan eksternal menjadi bagian penting dari langkah BYD di Eropa. Kehadirannya bertepatan dengan penguatan ekosistem kendaraan listrik China di Hongaria, dari produksi kendaraan hingga pasokan baterai.
Source: www.cnnindonesia.com






