Meski Mengecam Mayoritas Kripto, Elon Musk Masih Menyimpan Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin

Author: Redaksi Android62

Elon Musk kembali mengirim sinyal keras ke pasar kripto setelah menyebut sebagian besar aset digital sebagai penipuan. Namun di saat yang sama, ia masih mengaku memegang Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin, sehingga posisinya tetap terlihat rumit di mata pelaku pasar.

Pernyataan itu muncul dalam kesaksiannya di pengadilan Oakland saat sidang yang terkait gugatan OpenAI. Bagi pasar kripto, ucapan dari tokoh seperti Musk hampir selalu mendapat perhatian besar karena ia sudah lama dikenal mampu memengaruhi sentimen aset digital.

Ucapan yang memicu perhatian pasar

Dalam sidang pada 29 April 2026, Musk mengatakan kepada juri bahwa “some of them have merit, but most of them are scams.” Kalimat itu keluar ketika ia membahas percakapan awal soal kemungkinan pendanaan OpenAI melalui ICO.

Karena disampaikan di forum resmi, bukan lewat media sosial, pernyataan tersebut langsung menyebar cepat di kalangan pelaku kripto. Banyak yang membaca komentar itu sebagai pengingat bahwa pasar aset digital masih sarat proyek bermasalah meski minat institusional terus tumbuh.

Sikap yang sejak lama berubah-ubah

Komentar terbaru itu bukan pertama kalinya Musk membuat pernyataan tajam soal kripto. Pada 2014, ia sempat menolak Bitcoin dan menyebutnya berpotensi terkait aktivitas ilegal, sekaligus mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki Bitcoin.

Beberapa tahun setelah itu, fokusnya bergeser ke Dogecoin. Pada 2019, Musk mulai aktif membahas aset tersebut dan satu unggahan yang menyebut DOGE sebagai “my fav cryptocurrency” sempat memicu lonjakan harga yang cepat.

Tesla, Bitcoin, dan jejak eksposur yang masih ada

Pengaruh Musk terhadap kripto tidak berhenti pada komentar pribadi. Pada 2021, Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $1.5 billion dan sempat menerima BTC sebagai alat pembayaran kendaraan.

Langkah itu dianggap sebagai momen penting bagi adopsi institusional. Saat itu, keputusan Tesla ikut mendorong reli pasar yang lebih luas dan membuat Bitcoin semakin sering dibahas di luar lingkaran komunitas kripto.

Namun arah kebijakan itu tidak bertahan mulus. Beberapa bulan kemudian, Tesla menghentikan pembayaran Bitcoin karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dari penambangan.

Perusahaan tersebut lalu menjual sekitar 75% kepemilikan Bitcoin pada 2022. Meski begitu, Tesla masih memegang posisi yang signifikan dan diperkirakan memiliki sekitar 11,500 BTC per awal 2026.

Aset yang masih dipegang Musk

Di luar Tesla dan SpaceX, Musk sendiri menyebut masih memegang Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin. Dogecoin tetap menjadi aset yang paling sering ia sorot, termasuk lewat komentar yang berkaitan dengan proyek dan pembayaran merchandise Tesla.

SpaceX juga diyakini menyimpan Bitcoin. Situasi ini membuat sikap Musk terlihat tidak sepenuhnya berjarak dari kripto, meski kritiknya terhadap pasar aset digital terus berulang.

Sorotan hukum atas pengaruhnya

Jejak besar Musk di pasar kripto juga memunculkan perhatian hukum. Pada 2022, sebuah gugatan class-action menuduh dirinya dan Tesla menjalankan skema “pump-and-dump” melalui Dogecoin.

Para penggugat menilai komentar publik Musk mendorong harga naik secara artifisial sebelum jatuh dan menyebabkan kerugian investor. Gugatan tersebut menuntut ganti rugi sebesar $258 billion.

Seorang hakim federal menolak perkara itu pada 2024 dan menyebut pernyataan Musk sebagai “puffery” yang tidak dapat diperlakukan sebagai nasihat finansial. Para penggugat kemudian menarik banding mereka.

Pasar yang masih sensitif terhadap figur besar

Komentar keras Musk muncul ketika industri kripto sedang berada dalam fase transisi. Regulasi membaik dan partisipasi institusional meningkat, tetapi token spekulatif dan siklus memecoin masih menyita perhatian besar.

Di saat yang sama, industri ini tetap dipenuhi penipuan, proyek berkualitas rendah, dan model token yang tidak berkelanjutan. Itulah sebabnya pernyataan Musk terasa menohok, meski ia sendiri masih melihat nilai jangka panjang pada sebagian ekosistemnya.

Pola yang tampak sejauh ini tetap sama: Musk kritis terhadap pasar kripto secara luas, tetapi masih terhubung dengan aset tertentu. Selama posisi itu belum berubah, setiap komentarnya hampir pasti tetap mampu menggerakkan pasar.

Berita Terbaru