Rencana koneksi Stasiun MRT Monas dan Stasiun Gambir berpotensi mempermudah perpindahan moda di kawasan pusat Jakarta. Kedua stasiun yang berada di sisi berlawanan kawasan tersebut sedang disiapkan agar dapat saling terhubung.
Stasiun MRT Monas berada di sisi barat, sedangkan Stasiun Gambir terletak di sisi timur. Akses baru itu diharapkan memberi pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi pengguna transportasi umum.
PT MRT Jakarta (Perseroda) telah membahas rencana integrasi tersebut bersama PT KAI. Pembahasan berlangsung beriringan dengan proses revitalisasi yang sedang dilakukan di Stasiun Gambir.
Desain Akses Belum Ditetapkan
Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menyatakan perencanaan koneksi kedua stasiun masih dikembangkan. Bentuk akhir sambungan, termasuk metode akses bagi penumpang, belum diputuskan.
“Kami juga sudah bertemu dengan pihak manajemen KAI untuk menyiapkan atau membuat sebuah perencanaan yang mengkoneksikan dari Stasiun (MRT) Monas, kami kebetulan di sisi barat, dengan stasiun Gambir yang saat ini juga sedang direvitalisasi, yang ada di sisi timur,” kata Weni.
Menurut Weni, pembahasan teknis masih berjalan antara MRT Jakarta dan PT KAI. Karena prosesnya belum rampung, belum ada kepastian apakah koneksi akan memakai terowongan bawah tanah atau bentuk akses lain.
| Stasiun | Posisi | Status dan Target |
|---|---|---|
| Stasiun MRT Monas | Sisi barat | Ditargetkan beroperasi akhir 2027 |
| Stasiun Gambir | Sisi timur | Direvitalisasi, ditargetkan selesai 2028 |
Gambir Dipersiapkan sebagai Simpul Perjalanan
Rencana integrasi ini terkait dengan arah revitalisasi Stasiun Gambir sebagai simpul perkeretaapian. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut stasiun tersebut diproyeksikan memperkuat konektivitas antar-moda di Jakarta.
Gambir diharapkan dapat melayani penumpang KRL untuk naik dan turun kereta. Peran itu juga diarahkan agar perpindahan menuju moda transportasi lain dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Pada 17 Juni 2026, Dudy mengatakan Gambir nantinya dapat terhubung dengan sejumlah stasiun dan moda transportasi. Ia menyebut jaringan perjalanan dapat mencakup LRT, Whoosh dari Stasiun Cawang, hingga akses menuju bandara.
“Karena di situ kan nanti bisa connect dengan beberapa stasiun, moda transportasi,” ujar Dudy saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Pernyataan itu menggambarkan posisi Gambir yang disiapkan untuk memiliki peran lebih besar dalam jaringan perjalanan kereta.
Target Operasi Berbeda Setahun
Stasiun MRT Monas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Sementara revitalisasi Stasiun Gambir diproyeksikan selesai pada 2028.
Perbedaan target waktu tersebut menunjukkan bahwa koneksi antarkedua stasiun masih memerlukan penyelarasan perencanaan. Detail mengenai jalur, titik masuk, serta tata cara perpindahan penumpang belum diumumkan.
Rencana ini muncul ketika penggunaan angkutan umum di Jakarta menunjukkan peningkatan. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta tumbuh secara tahunan pada Mei 2026.
Dengan letaknya yang berdekatan di pusat kota, Stasiun MRT Monas dan Stasiun Gambir berpotensi menjadi bagian penting dari jaringan perpindahan moda. Kepastian desain akses masih menunggu hasil pembahasan lanjutan antara MRT Jakarta dan PT KAI.
