Monumen Baru di Tiergarten Membuka Kembali Luka Penindasan Saksi-Saksi Yehuwa

Author: Redaksi Android62

Berlin kembali menempatkan satu bab gelap masa lalu Jerman ke ruang publik melalui peresmian sebuah memorial baru di Tiergarten. Monumen itu ditujukan bagi Saksi-Saksi Yehuwa yang dianiaya rezim Nazi dan menambah daftar penanda sejarah tentang korban penganiayaan di ibu kota Jerman.

Memorial perunggu tersebut berdiri lima meter di atas tanah dan dirancang oleh seniman Matthias Leeck. Bentuknya menyerupai pohon yang tetap tegak meski cabang-cabangnya telah dipangkas, sebuah simbol yang langsung memberi bobot emosional pada lokasi peringatan itu.

Penindasan yang lama terabaikan

Selama kekuasaan Nazi pada 1933 hingga 1945, Jehovah’s Witnesses diserang secara sistematis di Jerman dan di berbagai wilayah Eropa lainnya. Kelompok keagamaan Kristen yang berasal dari Amerika Serikat pada abad ke-19 itu, yang juga pernah dikenal sebagai Earnest Bible Students, dipandang asing dan mencurigakan oleh rezim saat itu.

Menurut lembaga federal yang mengelola memorial tersebut, para anggotanya menolak memberi hormat kepada Hitler, tidak bergabung dengan organisasi negara, dan membantu orang lain yang juga dikejar-kejar. Sikap itu membuat penderitaan mereka lama tidak memperoleh pengakuan yang memadai.

Ketua Bundestag Julia Klöckner menegaskan bahwa memorial ini didedikasikan bagi orang-orang yang mengalami ketidakadilan berat namun berulang kali menunjukkan kemanusiaan. Ia juga menyebut bahwa keraguan terhadap sejumlah komunitas religius masih bertahan lama setelah berakhirnya kekuasaan Nazi.

Angka korban yang tidak sedikit

Lembaga tersebut mencatat hampir 14.000 Jehovah’s Witnesses, laki-laki dan perempuan, pernah dipenjara. Dari jumlah itu, 4.200 dikirim ke kamp konsentrasi dan diberi stigma segitiga ungu.

Setidaknya 1.750 Jehovah’s Witnesses dibunuh selama kediktatoran Nazi. Pemerintah Jerman baru menyetujui pembangunan memorial ini melalui pemungutan suara parlemen pada 2023.

Tempat peresmian yang sarat sejarah

Lokasi monumen di dekat kolam ikan mas di Tiergarten juga memiliki makna khusus. Di tempat itulah sekelompok Saksi-Saksi Yehuwa ditangkap Gestapo pada 22 Agustus 1936 ketika mereka biasa bertemu di sebuah tempat sewa kursi untuk bertukar informasi secara diam-diam.

Wolfram Weimer, komisioner kebudayaan Jerman, mengatakan razia Gestapo terjadi tepat di lokasi tersebut dan 17 orang yang berani kemudian kehilangan nyawa mereka. Sekitar 1.000 tamu menghadiri upacara peresmian memorial itu.

Menambah lanskap peringatan Berlin

Lembaga federal yang mengoperasikan memorial ini juga mengelola Holocaust Memorial utama Berlin yang berada di pusat kota, tidak jauh dari lokasi monumen baru tersebut. Kehadiran memorial di Tiergarten memperluas ruang ingatan publik tentang korban penganiayaan Nazi.

Dengan peresmian ini, Berlin menegaskan bahwa represi pada masa Nazi tidak hanya menyasar kelompok yang paling dikenal dalam sejarah, tetapi juga komunitas religius yang selama puluhan tahun berada di pinggir perhatian. Monumen baru itu kini berdiri sebagai pengingat bahwa luka lama masih terus dicatat dan dihadirkan kembali ke ruang publik.

Berita Terbaru