NASA Akhirnya Turun Tangan Untuk Rosalind Franklin, Misi Pencari Jejak Hidup Di Mars Makin Siap

Author: Redaksi Android62

NASA resmi ikut memperkuat misi rover Rosalind Franklin milik Badan Antariksa Eropa. Dukungan ini datang melalui proyek Rosalind Franklin Support and Augmentation, atau ROSA, yang menandai bahwa kerja sama lintas Atlantik untuk eksplorasi Mars itu kini masuk tahap pelaksanaan.

Bagi misi ini, keputusan tersebut penting karena Rosalind Franklin tetap diposisikan sebagai program ilmiah besar. Target utamanya bukan sekadar menjelajah permukaan Mars, melainkan mencari jejak kehidupan di bawah lapisan tanah Planet Merah yang selama ini belum banyak tersentuh oleh eksplorasi robotik.

Pembagian tugas yang makin tegas

Dalam kerja sama ini, ESA memegang kendali utama atas seluruh wahana. Tanggung jawab lembaga antariksa Eropa itu mencakup modul pembawa, platform pendaratan, rover, hingga operasi di permukaan Mars.

NASA masuk dengan dukungan yang sangat spesifik lewat ROSA. Bantuan itu meliputi layanan peluncuran, mesin pengereman untuk platform pendarat rover, unit pemanas radioisotop untuk sistem internal rover, elektronik khusus, serta spektrometer massa mutakhir.

Instrumen spektrometer tersebut disiapkan untuk menganalisis molekul organik Mars. Pengujiannya akan berfokus pada sampel dari area pendaratan rover di Oxia Planum.

Misi yang mengejar tanda kehidupan

Rosalind Franklin dijadwalkan meluncur pada 2028. Jika seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana, rover ini akan menjadi rover pertama di Mars yang secara khusus mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu maupun yang masih ada di bawah permukaan.

Fokus itu membuat misi ini berbeda dari banyak eksplorasi Mars lainnya. Alih-alih hanya memotret atau memetakan permukaan, rover ini akan memburu petunjuk biologis dari lapisan tanah yang lebih dalam.

NASA menyampaikan bahwa dukungan peluncuran untuk misi internasional ini dikelola oleh Launch Services Program. Penugasannya diberikan melalui skema kontrak NASA Launch Services II dengan model harga tetap.

Kerja sama yang sudah disiapkan lebih dulu

Kemitraan NASA dan ESA untuk ExoMars Rosalind Franklin tidak muncul mendadak. Kerja sama itu diformalkan sejak awal 2024 lewat penandatanganan Nota Kesepahaman untuk memperluas kontribusi NASA.

Pada tahun yang sama, tinjauan KDP-A/B menyetujui dimulainya formulasi proyek ROSA pada Fase B. Proyek itu juga dinyatakan memenuhi seluruh kriteria keberhasilan dalam Preliminary Design Review.

Setelah itu, NASA memilih roket Falcon Heavy milik SpaceX untuk membawa misi ini. Peluncuran akan dilakukan dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center NASA, Florida.

Dorongan baru bagi program Mars Eropa

Masuknya NASA memberi dorongan baru bagi program Mars Eropa yang sudah menempuh jalan panjang. Dukungan itu memperkuat kesiapan misi dari sisi peluncuran dan instrumen ilmiah.

Bagi ESA, kehadiran NASA membuat fondasi teknis misi semakin kokoh. Bagi NASA, keterlibatan ini menegaskan peran Amerika Serikat dalam misi pencarian kehidupan yang berfokus pada salah satu wilayah paling menarik di Mars.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru