NASA Pilih 4 Kru Artemis III, Ujian Penentu Sebelum Langkah Kembali ke Bulan

NASA resmi menempatkan empat astronaut untuk misi Artemis III, yang diposisikan sebagai ujian penting sebelum tahap pendaratan manusia berikutnya di Bulan. Misi ini tidak akan mendarat di permukaan Bulan, tetapi menjadi latihan krusial untuk menguji rangkaian pertemuan dan penyambungan wahana di orbit rendah Bumi.

Komando misi dipegang Randy Bresnik, astronaut paling senior dalam tim. Ia telah bersama NASA sejak 2004 dan pernah terbang dalam salah satu misi pesawat ulang-alik NASA yang pensiun pada 2009.

Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa atau ESA ditunjuk sebagai pilot misi. Astronaut asal Italia itu dikenal sebagai orang Italia pertama yang memimpin International Space Station dan menjadi astronaut ESA pertama yang dipilih untuk misi Artemis.

Frank Rubio akan bertugas sebagai mission specialist, sementara Andre Douglas juga mengisi posisi serupa. Douglas menjadi satu-satunya anggota tim yang belum pernah terbang ke antariksa sebelumnya, meski sebelumnya pernah menjadi kru cadangan untuk Artemis II.

Uji pertemuan dan docking di orbit

NASA menargetkan misi ini berlangsung selama dua pekan dan menghubungkan sejumlah sistem utama dalam program Artemis. Maneuver yang diuji pada penerbangan ini disiapkan untuk dipakai oleh kru Artemis IV, yang ditargetkan mendarat di Bulan pada 2028.

Menurut NASA, misi Artemis III akan menjadi penerbangan di orbit rendah Bumi untuk menguji kemampuan rendezvous dan docking dengan pendarat Bulan. Setelah seluruh rangkaian pengujian selesai, kru akan kembali ke Bumi.

Pendarat yang terlibat dalam misi ini berasal dari dua perusahaan antariksa swasta, yakni SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos. NASA menyebut Blue Origin akan lebih dulu meluncurkan pendaratnya, lalu kru Artemis III akan terbang dengan kapsul Orion.

Setelah itu, Blue Origin dan Orion akan merapat di orbit untuk menjalani pengujian sebelum berpisah lagi. Tahap berikutnya melibatkan peluncuran Starship milik SpaceX untuk bertemu kembali dengan Orion sebelum kru pulang ke Bumi.

Jadwal masih dipertahankan

NASA masih menargetkan Artemis III berlangsung pada akhir 2027. Target itu tetap dipertahankan meski sebelumnya sempat muncul kekhawatiran terkait kesiapan salah satu komponen utama misi.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah roket New Glenn milik Blue Origin meledak di landasan saat uji darat di Cape Canaveral pada Mei. Insiden itu sempat memunculkan tanda tanya mengenai kemungkinan jadwal peluncuran misi.

Namun pada Selasa, Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan pendarat Blue Origin tetap akan menjadi bagian dari Artemis III. Pernyataan itu menegaskan bahwa badan antariksa tersebut masih mempertahankan rencana misi sesuai target yang ada.

Lanjutan dari Artemis II

Pengumuman susunan kru ini datang setelah Artemis II pada April membawa astronaut NASA kembali ke orbit Bulan. Misi itu menjadi penerbangan berawak pertama yang melampaui orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 lebih dari 50 tahun sebelumnya.

Artemis II juga berfungsi sebagai misi uji, meski posisinya lebih dekat ke Bulan dibandingkan Artemis III. Wahana Orion dan peluncur Space Launch System diuji dalam penerbangan tersebut untuk memperkuat dasar tahap berikutnya dalam program Artemis.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer