Pajak dan Biaya Operasional Menekan Peserta Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Kenaikan Hadiah

Author: Redaksi Android62

FIFA bersiap mengubah besaran hadiah dan skema biaya partisipasi untuk Piala Dunia 2026 setelah banyak asosiasi sepak bola nasional menilai rancangan lama belum cukup menutup pengeluaran mereka. Pembahasan soal tambahan dana itu akan dibawa ke rapat Dewan FIFA di Vancouver, Kanada, pada Senin (28/4/2026).

Dorongan untuk merevisi skema muncul karena beban biaya turnamen dinilai semakin berat, terutama bagi tim yang bertanding di Amerika Serikat. Perjalanan antarkota, kebutuhan logistik, dan pajak membuat sejumlah federasi khawatir tetap merugi, meski tim mereka melaju jauh di turnamen.

Tekanan dari biaya dan pajak

Bagi banyak federasi, persoalan utama bukan hanya besar hadiah yang dijanjikan, tetapi juga berapa banyak dana itu benar-benar bisa bertahan setelah dipotong berbagai kewajiban. Kondisi ini membuat hadiah yang terlihat besar di atas kertas belum tentu menghasilkan keuntungan bersih yang memadai.

Pajak menjadi salah satu isu yang paling disorot karena tidak semua lokasi pertandingan di Amerika Serikat menerapkan tarif yang sama. Florida tidak mengenakan pajak negara bagian, sementara New Jersey menetapkan tarif sekitar 10,75% dan California mencapai 13,3%.

FIFA memang memiliki status bebas pajak, tetapi badan itu tidak berhasil memperoleh pengecualian serupa bagi 48 negara peserta seperti yang pernah terjadi pada edisi-edisi sebelumnya. Akibatnya, setiap asosiasi harus menanggung pajak federal, negara bagian, dan kota sesuai lokasi pertandingan.

Skema awal dinilai belum cukup

Sebelumnya, FIFA sudah menetapkan total hadiah US$ 727 juta pada Desember 2025. Dalam rancangan tersebut, 48 tim peserta dijamin menerima minimal US$ 10,5 juta, sedangkan juara turnamen akan mendapatkan US$ 50 juta.

Namun, sejumlah federasi menilai pola pembagian itu belum mampu menutup seluruh pengeluaran tim secara memadai. Dalam skema lama, bonus juga diberikan bertahap sesuai pencapaian, mulai dari sekitar US$ 2 juta untuk lolos ke 32 besar, US$ 4 juta ke 16 besar, dan US$ 8 juta ke perempat final.

Struktur seperti itu dinilai baru terasa sangat berarti ketika tim berhasil melangkah sampai fase akhir. Sebelum titik itu, banyak asosiasi masih melihat adanya celah besar antara hadiah yang diterima dan biaya yang harus dibayar selama turnamen.

Asosiasi besar ikut mendorong revisi

Sejumlah asosiasi besar di Eropa, termasuk The Football Association, disebut ikut menekan FIFA agar menambah nilai hadiah. Mereka menilai kebutuhan finansial peserta tidak sama, sehingga pembagian dana perlu lebih fleksibel dan lebih cepat membantu menutup biaya operasional.

FIFA sendiri menyatakan pembahasan dengan asosiasi di berbagai wilayah masih berlangsung. Seorang juru bicara FIFA mengatakan, “FIFA mengonfirmasi tengah berdiskusi dengan asosiasi di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa penyesuaian yang dibahas tidak hanya menyangkut hadiah untuk tim terbaik. FIFA juga mempertimbangkan beban biaya yang berbeda-beda, tergantung lokasi pertandingan dan kebutuhan operasional masing-masing federasi.

Dana pengembangan ikut terdorong naik

Rencana kenaikan pendapatan FIFA tidak berhenti pada hadiah Piala Dunia. Dana untuk pengembangan bagi 211 asosiasi anggota juga masuk dalam pembahasan ulang seiring peluang bertambahnya pemasukan keseluruhan.

Pada skema awal, FIFA mengalokasikan US$ 2,7 miliar untuk siklus empat tahun ke depan. Setiap asosiasi dijadwalkan menerima US$ 5 juta, sementara enam konfederasi akan memperoleh US$ 60 juta per konfederasi.

FIFA memperkirakan total pendapatan bisa mencapai US$ 13 miliar dalam siklus empat tahun hingga Piala Dunia 2026, dengan sekitar US$ 9 miliar berasal dari turnamen tersebut. Laporan tahunan 2025 juga mencatat sekitar US$ 11,67 miliar akan didistribusikan kembali untuk pengembangan sepak bola global.

Angka itu naik 20% dibandingkan siklus sebelumnya dan masih berpotensi bertambah jika kenaikan pendapatan disepakati. Dengan beban biaya yang terus meningkat dan aturan pajak yang tidak seragam, pembahasan di Vancouver akan menjadi penentu arah skema baru bagi para peserta Piala Dunia 2026.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru