Pendanaan startup kripto masih bergerak, tetapi jalurnya kini terasa jauh lebih sempit. Di saat modal ventura ramai mengalir ke kecerdasan buatan, para pendiri blockchain menilai perhatian investor ikut bergeser dan membuat proses mencari dana menjadi lebih ketat.
Paul Brody, mantan kepala blockchain global EY yang kini memimpin Nightfall Networks, mengatakan kondisi itu sudah mulai terasa di lapangan. Ia menilai investor kini menuntut bukti bisnis yang lebih kuat dari perusahaan rintisan kripto, bukan sekadar rencana produk yang menjanjikan.
Ekspektasi investor ikut naik
Brody menjelaskan bahwa ledakan AI telah mengubah cara pemodal ventura membaca potensi startup baru. Ukuran yang dulu dianggap meyakinkan kini tidak lagi cukup, karena standar pertumbuhan dinilai semakin tinggi.
Menurut Brody, jika sebelumnya pendapatan sekitar $2 juta pada tahun pertama sudah dipandang bagus, sekarang angka yang diharapkan bisa mendekati $4 juta. Perubahan ini membuat startup kripto harus bekerja lebih keras untuk menunjukkan pertumbuhan yang cepat dan konsisten.
Bagi banyak tim blockchain, situasinya bukan hanya soal bersaing dengan sesama perusahaan kripto. Mereka juga harus menghadapi perusahaan AI yang menyerap perhatian investor dalam jumlah besar dan membuat modal semakin selektif.
Kripto belum kehilangan peluang
Meski tekanan terasa lebih besar, Brody tidak melihat sektor kripto tertutup sepenuhnya. Ia menilai sebagian investor ventura mulai sadar bahwa terlalu banyak dana sudah terserap ke AI.
“Itu sedikit jadi titik terang,” kata Brody, sambil menyinggung kemungkinan beberapa perusahaan modal ventura perlu menyeimbangkan kembali portofolionya. Pandangan itu menunjukkan bahwa kripto masih punya ruang, meski persaingannya kini lebih keras dari sebelumnya.
Data terbaru juga memperlihatkan bahwa arus dana ke startup kripto masih berjalan. DefiLlama mencatat hampir $37 juta masuk ke startup kripto dalam sepekan terakhir, menandakan minat investor belum berhenti sepenuhnya.
Nama-nama yang masih berhasil menarik modal
Di tengah pasar yang lebih berhati-hati, beberapa perusahaan tetap mampu mengamankan pendanaan baru. Salah satunya BetHog yang berbasis di Edinburgh, setelah mengumpulkan $10 juta dalam putaran Seri A.
Total pendanaan perusahaan kasino kripto itu kini mencapai $16 juta. Putaran tersebut dipimpin Will Ventures dan RockawayX, dengan partisipasi dari Bullpen Capital, 6th Man Ventures, dan Advancit Capital.
BetHog didirikan oleh Nigel Eccles dan Rob Jones, dua nama yang juga terkait dengan FanDuel. Dana segar itu akan digunakan untuk Sentient Studios, bisnis yang memungkinkan kasino memakai dealer virtual berbasis AI alih-alih staf manusia.
Pendanaan besar lainnya datang dari Hata, bursa kripto asal Malaysia, yang meraih $8 juta. Putaran ini dipimpin Bybit dengan dukungan global family offices, dan melengkapi pendanaan sebelumnya, termasuk putaran awal $4,2 juta pada 2025.
Hata menyebut perusahaan memiliki lisensi dari Securities Commission Malaysia dan Labuan Financial Services Authority. Platform itu juga mengklaim telah melampaui 200.000 pengguna, yang menjadi salah satu penanda pertumbuhan di mata investor.
Infrastruktur blockchain masih jadi magnet
Selain aplikasi dan bursa, infrastruktur blockchain juga terus menarik minat pendanaan. KAIO yang berbasis di Abu Dhabi memperoleh $8 juta dalam putaran baru, dengan Tether sebagai pemimpin pendanaan.
Laser Digital, Systemic Ventures, dan Further Ventures juga ikut mendukung putaran tersebut. Dengan tambahan ini, total dana KAIO kini mencapai $19 juta.
KAIO membangun infrastruktur blockchain untuk memungkinkan dana investasi teregulasi diterbitkan dan diperdagangkan secara on-chain. Platform itu memberi akses kepada investor ritel maupun institusional ke sejumlah dana tradisional besar, termasuk yang terkait dengan BlackRock dan Hamilton Lane.
Rangkaian pendanaan pada beberapa perusahaan itu menunjukkan bahwa modal masih tersedia bagi startup kripto dengan model bisnis yang jelas dan fondasi yang kuat. Namun, para pendiri menilai persaingan sekarang menuntut startup bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan lebih meyakinkan ketika investor terus membandingkan peluang di kripto dengan ledakan AI.
