Kehadiran Pemkot Solo bersama jajaran kejaksaan di kawasan Sriwedari memberi sinyal bahwa nasib Masjid Raya Taman Sriwedari mulai bergerak ke arah yang lebih jelas. Peninjauan lapangan pada Kamis (7/5) menjadi momen penting karena proyek yang sempat terhenti sejak 2021 itu kembali masuk perhatian serius.
Langkah ini tidak berdiri sendiri. Pemkot Solo datang bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, dan Kejaksaan Negeri Surakarta, sehingga prosesnya terlihat berada dalam koordinasi lintas lembaga.
Sorotan pada proyek yang lama tertunda
Masjid Raya Taman Sriwedari sudah lama menjadi salah satu pekerjaan yang belum tuntas di Solo. Status mangkrak sejak 2021 membuat proyek ini terus menyisakan tanda tanya mengenai kelanjutan penanganannya.
Kondisi tersebut membuat setiap gerak baru dari pemerintah kota menjadi perhatian publik. Peninjauan langsung ke lokasi memberi kesempatan untuk melihat kembali keadaan bangunan dan membaca peluang penyelesaiannya.
Koordinasi yang melibatkan banyak pihak
Keterlibatan tiga unsur kejaksaan menunjukkan bahwa urusan ini tidak dipandang sebagai persoalan teknis semata. Ada kebutuhan untuk menyamakan langkah agar penanganan proyek bisa lebih jelas dan terarah.
Dalam posisi itu, kehadiran kejaksaan memberi bobot tambahan pada upaya Pemkot Solo. Kelanjutan proyek tampak membutuhkan pengawalan yang lebih luas daripada sekadar pekerjaan fisik di lapangan.
Perhatian warga ikut mengarah ke Sriwedari
Karena berada di kawasan yang sudah lama dikenal masyarakat Solo, proyek masjid ini ikut menyedot perhatian warga. Banyak pihak menunggu kepastian tentang bagaimana pembangunan yang tertunda itu akan diteruskan.
Bagi publik, persoalannya bukan hanya soal bangunan ibadah. Proyek yang belum selesai di lokasi strategis seperti Sriwedari juga berkaitan dengan harapan agar kawasan tersebut kembali bergerak dan tidak terus menyisakan pekerjaan yang tertunda.
Langkah awal menuju kejelasan
Peninjauan ke lapangan menjadi bagian penting untuk membuka jalan bagi kelanjutan proyek. Pemerintah daerah tampak ingin memastikan keputusan berikutnya didasarkan pada kondisi aktual di lokasi.
Sinyal kelanjutan proyek pun makin terlihat ketika Pemkot Solo memilih turun langsung bersama kejaksaan. Dari situ, perhatian kini tertuju pada hasil koordinasi antarlembaga dan pengaruhnya terhadap nasib Masjid Raya Taman Sriwedari yang sudah lama menunggu penyelesaian.
Source: jateng.antaranews.com