Potongan lama ucapan Ahmad Dhani soal Dul Jaelani kembali ramai dibicarakan setelah beredar luas di media sosial. Yang paling menyita perhatian publik adalah pernyataannya yang menolak keputusan Maia Estianty membawa Dul ke psikiater usai kecelakaan maut yang menewaskan tujuh orang.
Reaksi warganet langsung mengarah pada isu trauma dan pemulihan psikologis. Banyak yang menilai langkah Maia justru wajar, karena peristiwa itu meninggalkan dampak besar bagi Dul.
Dalam video wawancara bersama Daniel Mananta, Dhani terdengar yakin bahwa putranya tidak membutuhkan bantuan psikiater. Ia bahkan mengaitkan sikap itu dengan keyakinannya soal ketahanan mental Dul sebagai anaknya.
“Saya selalu bilang sama Dul. Ayah itu harimau, ayah itu singa, kamu itu anak singa,” ucap Dhani dalam potongan video yang kembali beredar. Kalimat “anak singa” pun ikut jadi sorotan lagi karena dianggap mewakili cara Dhani memandang kondisi putranya saat itu.
Penolakan yang kembali dipersoalkan
Di potongan lain, pentolan Dewa 19 itu juga menyebut psikiater seharusnya malu ketika bertemu Dul yang memiliki nama lengkap Abdul Qodir Jaelani. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah setuju jika putranya menjalani perawatan psikologis.
Dhani juga menyampaikan bahwa keputusan membawa Dul ke psikiater terjadi ketika Dul tinggal bersama Maia. Bagian ini kembali dipersoalkan karena berkaitan langsung dengan masa setelah kecelakaan di Tol Jagorawi.
Bagi publik, konteksnya bukan sekadar perbedaan pendapat antara dua orang tua. Yang lebih disorot adalah bagaimana keluarga seharusnya merespons kondisi mental anak setelah mengalami peristiwa traumatis.
Warganet menyorot soal trauma
Video lawas itu memancing kritik dari banyak pengguna media sosial. Sebagian besar menilai sikap Dhani terlalu keras dan tidak cukup peka terhadap kemungkinan trauma yang dialami Dul setelah kecelakaan tersebut.
Komentar publik juga menyinggung bahwa langkah Maia membawa Dul ke psikiater merupakan bentuk tanggung jawab sebagai orang tua. Pandangan itu dinilai penting karena kecelakaan yang terjadi tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga beban emosional yang berat.
Peristiwa yang dialami Dul memang kembali diingat publik karena disebut menewaskan tujuh orang. Dari situ, pembahasan pun bergeser pada bagaimana dampak psikologis semacam itu tidak bisa dipandang ringan.
Video lama muncul lagi setelah unggahan lain viral
Munculnya kembali potongan wawancara tersebut disebut tidak lepas dari unggahan kontroversial Dhani sebelumnya. Saat itu, ia sempat menyindir Maia Estianty dan menuduh adanya “drama sinetron” dalam acara siraman jelang pernikahan anak keduanya, El Rumi.
Setelah unggahan itu ramai, warganet disebut membongkar kembali arsip-arsip lama yang dulu juga memicu kontroversi. Dari situlah video soal Dul dan psikiater ikut kembali tersebar luas di linimasa.
Kondisi ini membuat nama Dhani dan Maia kembali berada dalam sorotan publik. Rekam jejak pernyataan mereka masih sangat mudah memicu perdebatan, terutama ketika menyangkut keluarga dan pengalaman masa lalu yang sensitif.
Sorotan belum mereda
Di tengah ramainya pembahasan, fokus publik tidak hanya tertuju pada ucapan Dhani. Perhatian juga mengarah pada cara keluarga menyikapi trauma pascakecelakaan dan bagaimana keputusan orang tua dinilai dari luar.
Ucapan “kamu itu anak singa” yang pernah dilontarkan Dhani kini kembali menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas. Bagi banyak warganet, potongan itu bukan sekadar video lama, melainkan pengingat bahwa isu kesehatan mental pada anak tetap memunculkan reaksi besar ketika dikaitkan dengan peristiwa traumatis.
Source: www.suara.com