Penuaan Biologis yang Lebih Cepat, Petunjuk Baru di Balik Lonjakan Kanker Usia Muda

Author: Redaksi Android62

Kenaikan kasus kanker pada usia muda kini tidak lagi hanya dikaitkan dengan pola hidup, karena peneliti mulai menyoroti kemungkinan lain yang lebih mendasar: penuaan biologis yang berjalan lebih cepat. Temuan ini menarik perhatian karena banyak pasien muda yang terkena kanker justru tampak sehat, aktif, dan tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.

Salah satu bidang yang paling banyak disorot adalah kanker kolorektal. Profesor kedokteran di Harvard Medical School sekaligus ahli gastroenterologi, dr. Andrew Chan, mengatakan kliniknya kini jauh lebih sering menerima pasien muda dibandingkan dua dekade lalu, ketika kasus usia dini masih sangat jarang ditemukan.

Menurut dr. Chan, dulu pasien kanker usia dini di kliniknya jumlahnya kurang dari 10 persen dari seluruh kasus yang ditangani. Kini, proporsinya sudah lebih dari dua kali lipat, sejalan dengan laporan American Cancer Society 2026 yang menunjukkan kasus kanker kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun naik rata-rata 2,9 persen per tahun.

Temuan Angka Keterangan
Pasien kanker usia dini di klinik dr. Andrew Chan Kurang dari 10 persen Dari seluruh kasus yang ditangani dulu
Pasien kanker usia dini di klinik dr. Andrew Chan Lebih dari dua kali lipat Terjadi pada kondisi saat ini
Kenaikan kasus kanker kolorektal di bawah 50 tahun 2,9 persen per tahun Menurut American Cancer Society 2026
Perbedaan usia lahir dalam risiko penuaan biologis yang dipercepat 23 persen lebih tinggi Orang yang lahir setelah 1965 dibandingkan lahir 1950-1954

Penuaan biologis sebagai petunjuk baru

Melansir Men’s Health pada 7/7/2026, dr. Chan memimpin Team Prospect, proyek penelitian senilai 25 juta dollar AS yang didanai National Cancer Institute bersama peneliti dari Inggris, Prancis, Italia, dan India. Tim ini meneliti berbagai kemungkinan penyebab, mulai dari makanan ultra-proses, mikroplastik, bahan kimia forever chemicals, alkohol, hingga faktor lingkungan lainnya.

Di sisi lain, penelitian dr. Yin Cao dari Washington University School of Medicine di St. Louis memberi petunjuk tambahan yang memperkuat kecurigaan soal percepatan usia biologis. Dalam studi di jurnal Nature Medicine, timnya menganalisis lebih dari 150.000 sampel darah dari UK Biobank dengan sembilan biomarker, termasuk kreatinin, glukosa, protein C-reaktif, dan jumlah sel darah putih.

Hasil analisis itu menunjukkan orang yang lahir setelah 1965 memiliki kemungkinan 23 persen lebih tinggi mengalami penuaan biologis yang dipercepat dibandingkan mereka yang lahir pada 1950-1954. Kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker paru, kanker saluran cerna, dan kanker rahim.

Apa arti usia biologis bagi tubuh

Usia biologis berbeda dari usia kronologis yang dihitung dari tanggal lahir. Usia biologis menggambarkan kondisi nyata tubuh, sehingga penuaan yang berjalan lebih cepat dapat mencerminkan kerusakan sel, stres oksidatif, dan perubahan DNA yang lebih besar.

Para peneliti kini mengembangkan cara untuk mengukurnya, termasuk melalui epigenetic clock atau jam epigenetik yang dikembangkan ahli genetika dr. Steve Horvath. Ahli geriatri dr. Luigi Ferrucci bahkan menilai pengukuran usia biologis berpotensi menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin di masa depan.

Jika pendekatan itu diterapkan luas, dokter bisa mengenali orang yang mengalami penuaan lebih cepat sebelum penyakit seperti kanker, penyakit jantung, atau diabetes muncul. Bagi para peneliti, deteksi semacam ini dinilai penting karena dapat mengubah arah pencegahan menjadi lebih dini dan lebih terukur.

Gaya hidup sehat belum cukup menjawab semuanya

Meski gaya hidup sehat tetap penting, para ilmuwan menegaskan bahwa penyebab kanker pada usia muda belum sepenuhnya terurai. Menurut dr. Horvath, perubahan gaya hidup memang dapat membantu memperlambat penuaan biologis, tetapi pengaruhnya tidak sebesar yang sering dibayangkan.

Sejumlah terapi baru juga mulai dikembangkan untuk menargetkan proses penuaan sel. Di antaranya obat untuk membersihkan sel-sel tua yang rusak dan senyawa yang berpotensi memperlambat kerusakan akibat penuaan.

Sambil menunggu hasil penelitian lanjutan, para ahli tetap menekankan pentingnya skrining kanker sesuai rekomendasi. Untuk kanker usus besar, orang dengan risiko rata-rata dianjurkan mulai menjalani kolonoskopi pada usia 45 tahun.

Mereka yang memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat kanker kolorektal disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan skrining lebih awal. Dalam banyak kasus, penanganan paling ideal tetap dilakukan saat penyakit masih berada di tahap awal dan tubuh masih dalam kondisi sehat.

Berita Terbaru