Permohonan hak perlindungan varietas tanaman atau PVT yang masuk ke Kementerian Pertanian terus bertambah pada 2026. Hingga kini, Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) telah menerima 128 permohonan melalui aplikasi Apply PVT, melampaui capaian 2025 yang berjumlah 108 permohonan.
Kenaikan itu menjadi sinyal bahwa minat terhadap perlindungan inovasi varietas tanaman semakin besar. Di sisi lain, kebutuhan akan benih varietas unggul juga terus meningkat seiring dorongan pemerintah untuk memperkuat swasembada berkelanjutan.
18 varietas dibahas dalam rapat keempat 2026
Pembahasan terbaru dilakukan dalam Rapat Penetapan Rekomendasi Permohonan Hak PVT di Ruang Rapat Kantor Pusat PVTPP, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Rapat itu menjadi yang keempat pada 2026 dan membahas hasil pemeriksaan substantif atau Uji BUSS atas 18 varietas dari 9 jenis tanaman.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Permohonan hak PVT 2026 | 128 permohonan |
| Permohonan hak PVT 2025 | 108 permohonan |
| Rapat penetapan 2026 | Keempat |
| Varietas yang dibahas | 18 varietas |
| Jenis tanaman | 9 jenis |
Sembilan jenis tanaman tersebut meliputi padi, cabai, melon, stroberi, bluberi, ekaliptus, semangka, buncis, mawar, dan jagung. Pemohonnya berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Universitas Brawijaya, serta industri benih.
Proses penetapan dijaga tetap objektif
Kepala PVTPP, Leli Nuryati, menegaskan bahwa rapat penetapan merupakan tahapan penting dalam pemberian Hak PVT. Menurut dia, setiap rekomendasi harus lahir dari pemeriksaan yang objektif, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Leli juga menyebut varietas yang memperoleh HKI PVT dipastikan memiliki kualitas unggul. Ia menilai hal itu sejalan dengan perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap penyediaan benih varietas unggul untuk mendongkrak produktivitas.
PVTPP menargetkan proses penerbitan sertifikat Hak PVT tetap berjalan sesuai sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, layanan kepada pemohon dijanjikan tetap memberi kepastian tanpa mengurangi kualitas maupun integritas pemeriksaan.
Nilai kepuasan layanan ikut membaik
Selain kenaikan permohonan, PVTPP juga mencatat perbaikan pada layanan publik. Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat Triwulan II 2026, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat atau IKM mencapai 3,82, naik dari 3,76 pada Triwulan I.
Untuk layanan PVT sendiri, IKM tercatat 3,88 dan melampaui target 3,87. Leli menyebut capaian itu mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan, meski masukan, kritik, dan saran dari para pemangku kepentingan tetap dibutuhkan untuk evaluasi berikutnya.
Rapat penetapan dan hasil survei kepuasan tersebut memperlihatkan dorongan yang semakin kuat pada perlindungan varietas tanaman di sektor pertanian. Arah kebijakannya tetap sama, yakni memperkuat inovasi sekaligus mendukung pertanian nasional yang lebih produktif dan berdaya saing tinggi.
