Pintu Masuk Dan Simbol Iran Di Piala Dunia 2026 Dipertaruhkan, FIFA Didesak Penuhi 10 Tuntutan

Author: Redaksi Android62

Iran menempatkan urusan visa dan penghormatan terhadap simbol negara sebagai syarat utama sebelum tampil di Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran atau FFIRI telah mengajukan 10 tuntutan kepada FIFA dan negara tuan rumah agar seluruh delegasi mereka mendapat perlakuan yang jelas dan setara.

Langkah itu menunjukkan bahwa Iran tidak hanya memikirkan urusan sepak bola, tetapi juga perlindungan terhadap pemain, staf, dan ofisial mereka. Di tengah ketegangan diplomatik dengan sejumlah negara Barat, Teheran ingin memastikan tidak ada hambatan atau perlakuan diskriminatif saat turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Presiden FFIRI Mehdi Taj menegaskan bahwa Iran tidak mau mengorbankan prinsip negara hanya untuk sekadar hadir di turnamen terbesar dunia itu. Dalam penjelasannya kepada televisi pemerintah Iran, IRIB, Taj menyebut permintaan tersebut diajukan secara resmi melalui federasi.

Dari seluruh poin yang diajukan, masalah visa menjadi bagian yang paling sensitif. Iran khawatir pemain atau staf mereka akan kesulitan masuk ke Amerika Utara karena latar belakang wajib militer di Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.

Kekhawatiran itu tidak muncul tanpa alasan. Kanada dilaporkan pernah menolak masuknya salah satu pejabat federasi Iran karena dugaan keterkaitan dengan IRGC, dan Iran tidak ingin kasus serupa menimpa anggota tim nasional ataupun pejabat lain saat Piala Dunia berlangsung.

Taj bahkan menyebut beberapa nama yang menurutnya harus mendapat kelancaran visa, termasuk striker Inter Milan Mehdi Taremi dan kapten tim nasional Ehsan Hajsafi. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain dan staf teknis, terutama mereka yang pernah menjalani wajib militer di IRGC, harus bisa memperoleh visa tanpa hambatan.

Selain soal perjalanan masuk ke negara tuan rumah, Iran juga menuntut penghormatan penuh terhadap bendera nasional dan lagu kebangsaan mereka selama turnamen. Bagi Iran, pengakuan atas simbol negara itu setara pentingnya dengan jaminan perlakuan yang sama bagi seluruh anggota delegasi.

Daftar tuntutan Iran juga mencakup pengamanan ketat di berbagai titik penting selama turnamen. Perlindungan di bandara kedatangan dan keberangkatan, keamanan perjalanan menuju stadion, serta jaminan keselamatan di pusat latihan masuk dalam paket permintaan yang dikirim ke FIFA.

Di sisi lain, FIFA masih mempertahankan keyakinan bahwa Piala Dunia 2026 akan berjalan sesuai jadwal. Presiden FIFA Gianni Infantino belum memberi sinyal perubahan format maupun agenda turnamen, meski situasi geopolitik di sekitar Iran terus menjadi perhatian.

FIFA juga terus berkoordinasi dengan pemerintah tuan rumah terkait keamanan dan logistik menjelang turnamen di Amerika Utara. Organisasi itu berharap semua negara peserta dapat menjalani pertandingan sesuai rencana tanpa gangguan di luar lapangan.

Iran sendiri sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Namun, keikutsertaan mereka tetap bergantung pada bagaimana FIFA dan pihak tuan rumah merespons tuntutan soal visa, perlindungan delegasi, serta penghormatan terhadap simbol negara tersebut.

Tim asuhan Amir Ghalenoei dijadwalkan bermarkas di Tucson selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Mereka sudah mengetahui lawan-lawannya di Grup G, yaitu Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Laga pertama Iran akan mempertemukan mereka dengan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang. Karena itu, perhatian terhadap Iran kini tidak hanya tertuju pada persiapan taktik di lapangan, tetapi juga pada pemenuhan 10 syarat yang mereka ajukan sebelum turnamen dimulai.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru