Plafon Kredit Bank Masih Banyak Tersisa, Rp2.527 Triliun Belum Mengalir ke Ekonomi Riil

Author: Redaksi Android62

Meski penyaluran kredit perbankan masih bergerak positif, porsi dana yang belum terserap ke ekonomi riil ternyata masih sangat besar. Bank Indonesia mencatat undisbursed loan mencapai Rp2.527,26 triliun pada Maret 2026, atau setara 22,59 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Angka itu menunjukkan masih ada ruang pembiayaan yang lebar di perbankan, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh nasabah. Di saat yang sama, kredit perbankan tetap tumbuh 9,49 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen.

Besarnya plafon yang belum dipakai

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyoroti kondisi tersebut sebagai sinyal bahwa kapasitas penyaluran kredit masih besar. Menurut dia, fasilitas pinjaman yang belum digunakan mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59 persen dari plafon kredit yang sudah disediakan bank.

Situasi ini penting dicermati karena menunjukkan persoalan kredit tidak hanya berada pada ketersediaan dana. Penyerapan pembiayaan juga menjadi isu utama, sebab kredit yang sudah disiapkan perbankan belum sepenuhnya masuk ke kegiatan usaha maupun konsumsi.

Pertumbuhan kredit masih ditopang investasi

Meski dana yang mengendap masih besar, penyaluran kredit tetap menunjukkan arah yang sehat. Pendorong terbesar datang dari kredit investasi yang melaju 20,85 persen dan menjadi segmen dengan pertumbuhan paling tinggi.

Di sisi lain, kredit konsumsi juga masih mencatat kenaikan 5,88 persen. Kredit modal kerja pun ikut tumbuh 4,38 persen dan membantu menjaga intermediasi perbankan tetap berada di jalur positif.

Komposisi itu memperlihatkan permintaan pembiayaan masih bergerak, terutama untuk ekspansi dan pembelian aset produktif. Namun, kecepatan kenaikan kredit tersebut belum cukup untuk mengurangi besarnya plafon yang belum terserap.

Likuiditas bank masih kuat

Dari sisi pendanaan, kondisi perbankan masih tergolong sehat. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga atau AL/DPK tercatat 27,85 persen, menandakan bank masih memiliki bantalan likuiditas yang memadai untuk mendukung pembiayaan.

Dana Pihak Ketiga juga tumbuh kuat 13,55 persen secara tahunan. Kenaikan ini memberi dukungan penting bagi bank dalam menjaga kapasitas penyaluran kredit tetap stabil saat kebutuhan pembiayaan terus berjalan.

Perry menyebut Bank Indonesia akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan. Ia juga menegaskan dorongan terhadap pengembangan instrumen pendanaan non-traditional funding, termasuk non-DPK, agar aliran kredit ke depan bisa lebih lancar.

Penyerapan dana jadi pekerjaan utama

Besarnya undisbursed loan membuat perhatian tidak cukup hanya tertuju pada angka pertumbuhan kredit. Yang sama pentingnya adalah seberapa jauh fasilitas pembiayaan yang sudah disediakan benar-benar masuk ke aktivitas ekonomi.

Selama plafon kredit yang tersedia belum dimanfaatkan optimal, dorongan terhadap ekonomi riil akan bergerak lebih lambat dari potensi yang sebenarnya ada. Karena itu, kemampuan bank, dunia usaha, dan rumah tangga dalam memanfaatkan pembiayaan menjadi faktor penentu ke depan.

Bank Indonesia sendiri masih memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 berada dalam rentang 8 hingga 12 persen. Proyeksi tersebut menunjukkan momentum kredit masih terjaga, walaupun tantangan penyerapan dana besar tetap menjadi perhatian utama perbankan.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru