Polisi di Leipzig mengambil tindakan tegas setelah bentrokan suporter mewarnai malam jelang final Conference League antara Crystal Palace dan Rayo Vallecano. Sebanyak 60 pendukung Palace yang dikategorikan sebagai pembuat kerusuhan diminta meninggalkan pusat kota pada Selasa malam waktu setempat, sementara dua orang ditangkap dalam kericuhan tersebut.
Kepolisian Negara Bagian Saxony menyebut situasi memanas ketika sekitar 300 pendukung Rayo Vallecano yang dinilai berisiko tinggi berkumpul di pusat Leipzig sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Tidak lama kemudian, bentrokan pecah di area restoran saat suporter Palace berada di lokasi itu dan diserang oleh kelompok lawan.
Dalam kerusuhan tersebut, benda-benda di sekitar lokasi ikut menjadi sasaran lemparan. Botol, gelas bir, dan furnitur pub dilempar saat situasi di pusat kota berubah kacau.
Dua petugas keamanan juga mengalami luka ringan akibat insiden itu. Keduanya berasal dari Kepolisian Federal dan Kepolisian Negara Bagian Saxony, menurut keterangan aparat setempat.
Petugas kemudian memisahkan kelompok suporter yang terlibat dan memeriksa identitas mereka. Lebih dari 300 orang diperiksa selama operasi pengamanan, sebelum proses itu berakhir sekitar pukul 03.15 dini hari waktu setempat dengan total lebih dari 320 suporter menjalani pemeriksaan.
Pengamanan diperketat di pusat kota
Polisi juga menyoroti pergerakan kelompok suporter Crystal Palace yang disebut sebagai pembuat kerusuhan. Kelompok itu sempat menuju kawasan Penguin Ice Bar dan memprovokasi pendukung Spanyol yang melintas.
Meski ketegangan sempat meningkat, aparat memastikan kegiatan festival suporter untuk kedua tim tetap berlangsung aman dan kondusif. Sekitar 2.000 pendukung dari kedua klub hadir dalam acara tersebut di bawah pengamanan ketat menjelang laga final Conference League.
Kehadiran ribuan suporter dari Inggris dan Spanyol membuat Leipzig berada dalam status siaga tinggi pada malam sebelum pertandingan. Aparat terus memantau pergerakan massa untuk mencegah eskalasi lanjutan di pusat kota.
