Taman Menteng akan menjadi ruang pertemuan seni rupa dan aktivitas warga saat Provoke! 2026 berlangsung pada 17-26 Juli 2026. Sebanyak 25 perupa dijadwalkan menampilkan karya di area hijau serta dua gedung kaca di kawasan tersebut.
Format ini menandai pergeseran penting bagi pameran tahunan yang diinisiasi Yayasan nirlaba Artpora. Setelah dua edisi digelar di Pos Bloc Jakarta, Provoke! kini memindahkan pengalaman menyaksikan karya ke ruang publik yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Karya hadir di ruang terbuka dan gedung kaca
Pengunjung akan menjumpai patung dan instalasi di berbagai titik taman, sementara karya dua dimensi dipajang di dalam gedung kaca. Pembagian ruang ini membuat karya hadir dalam dua suasana berbeda, yakni bentang ruang hijau dan ruang tertutup.
| Jenis karya | Jumlah | Lokasi penyajian |
|---|---|---|
| Karya trimatra | 15 karya | Area Taman Menteng |
| Karya dwimatra | 10 karya | Dua gedung kaca |
Untuk karya dwimatra, masing-masing gedung kaca akan menampilkan lima karya. Dengan demikian, penyebaran pameran tidak terkonsentrasi pada satu ruang pajang dan mengajak pengunjung bergerak menyusuri kawasan taman.
Ketua Pelaksana Provoke!, Revoluta S., mengatakan penggunaan ruang publik dimaksudkan untuk mendekatkan seni rupa kepada masyarakat. Ia menilai perpindahan dari ruang pamer konvensional ke taman kota dapat membuat karya lebih mudah dijangkau pengunjung.
“Jakarta Provoke! 2026 merupakan momentum yang dibangun oleh sejumlah perupa dan kurator melalui pilihan estetik yang berkonsentrasi pada engagement urban ground,” kata Revoluta S. Pernyataan itu menempatkan perjumpaan antara karya dan lanskap perkotaan sebagai perhatian dalam penyelenggaraan pameran.
Setiap perupa bekerja bersama kurator
Seluruh peserta terlibat dalam pola kolaborasi antara perupa dan kurator. Sebanyak 25 perupa dipasangkan dengan 25 kurator untuk mengembangkan sekaligus menyajikan karya mereka.
Kepala Kurator Provoke! 2026, Asikin Hasan, menyatakan pameran ini tidak mengusung satu tema tunggal. Pilihan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk mencari gagasan orisinal dan mengembangkan pendekatan artistik masing-masing.
Menurut pengantar kuratorial Asikin, diskusi dan proses inkubasi menghasilkan karya-karya baru dari para peserta. Sebagian karya merespons kondisi kota masa kini, sedangkan sebagian lainnya meneruskan eksplorasi yang telah menjadi kecenderungan praktik seniman.
“Sejak awal Provoke! tidak menentukan satu tema khusus bagi pamerannya. Itu untuk memberi keleluasaan kepada para perupa menemukan gagasan orisinal, sekaligus memperluas penjelajahan dan daya provokasi karya mereka,” tulis Asikin.
Rangkaian kegiatan melampaui pameran
Artpora juga menyiapkan program pendukung sepanjang pelaksanaan Provoke! 2026. Kegiatannya mencakup pertunjukan teater, musik, wayang potehi, diskusi, percakapan bersama perupa, dan workshop.
Rangkaian tersebut memperluas fungsi Taman Menteng dari lokasi pajang menjadi ruang kegiatan partisipatif. Pengunjung dapat menyaksikan karya trimatra di ruang hijau dan karya dwimatra di gedung kaca dalam kawasan yang sama.
Seperti diberitakan lifestyle.bisnis.com, Provoke! merupakan pameran tahunan yang diinisiasi Artpora. Edisi 2026 membawa format itu ke Taman Menteng dengan menghadirkan ragam gagasan artistik tanpa dikunci dalam satu narasi tunggal.
Source: lifestyle.bisnis.com






