RAM 128GB di Laptop Tipis, Nvidia Siapkan RTX Spark untuk AI Lokal dan Gaming Berat

Author: Redaksi Android62

Nvidia menyiapkan RTX Spark sebagai chip konsumen baru yang langsung diarahkan ke laptop tipis berperforma tinggi. Yang paling menonjol dari chip ini bukan hanya tenaga grafisnya, tetapi ambisinya untuk menjalankan AI lokal langsung di perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud.

Sasaran utamanya terlihat jelas pada penggunaan AI agent di komputer pengguna. Nvidia menempatkan RTX Spark sebagai fondasi untuk beban kerja yang lebih kompleks daripada sekadar model generatif dasar, sehingga kebutuhan memori besar ikut menjadi perhatian utama.

Memori besar untuk beban AI yang berat

Salah satu daya tarik terbesar RTX Spark ada pada unified memory hingga 128GB. Kapasitas ini jauh melampaui laptop konsumen pada umumnya dan memberi ruang besar untuk menjalankan tugas AI yang haus memori.

Pendekatan tersebut penting karena AI agent membutuhkan lebih dari sekadar tenaga komputasi besar. Nvidia tampaknya ingin memberi perangkat tipis kemampuan yang biasanya lebih dekat ke workstation atau server.

Gabungan CPU Grace dan GPU Blackwell

RTX Spark memadukan CPU Nvidia Grace dengan hingga 20 core dan GPU Nvidia Blackwell dengan 6.144 CUDA core. Nvidia juga menyebut performa AI chip ini dapat mencapai 1 petaflop.

GPU yang dipakai pada dasarnya setara dengan RTX 5070 non-Ti. Kesetaraan itu terlihat dari jumlah CUDA core yang sama, yakni 6.144, sehingga posisi chip ini terasa sangat agresif untuk kelas laptop tipis.

Chip ini dibuat dengan proses 3nm dari TSMC. Langkah itu penting untuk menjaga efisiensi dan performa di perangkat dengan ruang pendinginan yang terbatas.

Strategi Nvidia untuk perangkat premium

RTX Spark berbasis chip GB10 yang juga dipakai pada platform DGX Spark. Platform itu sebelumnya lebih dikenal sebagai mini-PC untuk segmen enterprise dan menjalankan Ubuntu Linux kustom.

Kombinasi CPU ARM dan GPU RTX menunjukkan arah integrasi yang lebih rapat. Nvidia tampaknya ingin menyatukan komputasi umum, grafis, dan AI dalam satu SoC untuk perangkat konsumen premium.

Arah tersebut juga memperlihatkan ambisi baru di pasar laptop. Jika beban AI kelas berat selama ini lebih sering dikaitkan dengan pusat data atau workstation, RTX Spark mencoba membawanya ke laptop tipis.

Mitra besar sudah disiapkan

Nvidia menargetkan perangkat berbasis RTX Spark hadir pada musim gugur. Sejumlah mitra besar sudah diumumkan untuk mengadopsinya, mulai dari Acer, Asus, Dell, Gigabyte, HP, Lenovo, MSI, hingga Microsoft.

Kehadiran banyak produsen besar menunjukkan bahwa chip ini tidak hanya dibidik untuk satu segmen kecil. Microsoft bahkan disebut akan menghadirkan Surface Laptop Ultra sebagai laptop paling bertenaga yang pernah dibuat perusahaan itu dengan SoC ini.

Selain untuk produktivitas AI, Nvidia juga melihat chip ini cocok untuk komputer gaming dan content creation. Dengan begitu, pasar RTX Spark mencakup pengguna premium yang membutuhkan performa tinggi di perangkat tipis.

Harga belum diumumkan, kelasnya sudah terlihat

Harga resmi perangkat berbasis RTX Spark belum diumumkan. Namun, kelas teknologinya sudah memberi gambaran bahwa perangkat ini tidak akan masuk kategori murah.

Sebagai pembanding, Nvidia DGX Spark dijual di rentang $3,500 hingga $4,700. Platform itu juga bisa dikonfigurasi dengan RAM hingga 128GB, sehingga memberikan petunjuk soal kelas harga teknologi yang menjadi dasar RTX Spark.

Jika chip ini dipasangkan dengan laptop premium berlayar OLED dan desain tipis, total harga perangkat diperkirakan bisa sangat tinggi. Perpaduan memori besar, efisiensi 3nm, dan fokus pada AI lokal membuat RTX Spark langsung masuk ke kelas paling atas di pasar laptop performa tinggi.

Source: www.gsmarena.com
Berita Terbaru