Ramen Eiko Semarang memilih membatasi penjualan hanya 50 porsi per hari demi menjaga kualitas sajian tetap konsisten. Semua mi juga dibuat segar setiap hari dengan bahan baku pilihan, sehingga pelanggan yang datang memang perlu siap jika ingin kebagian.
Langkah itu menunjukkan bahwa kedai ramen di Banyumanik ini tidak mengejar jumlah pelanggan sebanyak-banyaknya. Teddy Cahyo Nugroho justru ingin usaha yang ia bangun berkembang sebagai ekosistem baru, bukan sekadar mengikuti pola ekspansi yang serba cepat.
Pilihan tersebut juga berkaitan erat dengan identitas Ramen Eiko sebagai kedai yang mengusung nuansa street food Jepang. Teddy menilai konsep sederhana lebih cocok untuk menghadirkan pengalaman makan yang khas, dekat, dan interaktif seperti yatai Jepang.
Karena itu, Ramen Eiko tetap bertahan di Jalan Bumirejo Raya, Gedawang, Semarang. Tempatnya tidak dibuat menyerupai restoran modern, melainkan dipertahankan sebagai warung sederhana agar suasana makan tetap terasa intim.
Salah satu ciri yang paling dijaga adalah open kitchen dan live cooking. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan ramen dari awal hingga siap disajikan, sehingga pengalaman makan terasa lebih terbuka dan transparan.
Bagi Teddy, suasana seperti itu justru menjadi inti dari Ramen Eiko. Ia menilai karakter kuliner jalanan Jepang akan berkurang bila dipindahkan ke ruang yang terlalu formal, seperti pusat perbelanjaan.
Di tengah tren restoran Jepang yang berlomba masuk ke mal, Teddy sebenarnya tidak menutup peluang ekspansi. Namun, ia memilih mempertahankan konsep awal yang sudah dibangun sejak usaha ini dirintis.
Keputusan itu membuat Ramen Eiko tetap konsisten membawa ruh street food Jepang di Semarang. Identitas tersebut juga menjadi pembeda utama di tengah banyaknya restoran Jepang lain yang tampil lebih modern.
Di balik tampilan sederhana, Ramen Eiko masih bergantung pada bahan baku impor. Sekitar 70 persen bahan dasar, termasuk shoyu dan pasta ramen, didatangkan dari luar negeri.
Kondisi itu membuat biaya produksi ikut terpengaruh oleh fluktuasi kurs dolar. Untuk menjaga stabilitas, Teddy mengatakan pihaknya sudah menyiapkan saving estimasi dan supplier agar harga tetap bisa dijaga supaya terjangkau bagi pelanggan.
