Arsenal Pernah Kalah dan Membuat Rifky Balweel Membatalkan Agenda Bersama Bibi

Kekalahan Arsenal pernah membuat Rifky Balweel membatalkan rencana untuk keluar rumah bersama Bibi saat mereka masih berpacaran. Aktor berusia 36 tahun itu mengaku hasil pertandingan klub kesayangannya dahulu sangat memengaruhi suasana hati.

Rifky kini menyatakan telah meninggalkan kebiasaan tersebut. Ia menilai dirinya tidak lagi pantas membiarkan hasil sebuah pertandingan menguasai kegiatan sehari-hari.

“Dulu sih iya ya, sekarang kayaknya udah kayak nggak pantaslah gitu. Udah habis kayak masa-masa kayak gitunya udah,” ujar Rifky. Pengakuan itu disampaikan ketika ia hadir di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Perubahan sikap itu tidak berarti kedekatannya dengan Arsenal berkurang. Klub berjuluk The Gunners tersebut tetap menjadi tim yang paling dekat dengan dirinya.

Rifky juga menyinggung perjalanan Arsenal yang menurutnya baru akhirnya menjadi juara pada tahun ini. Namun, dukungan kepada klub itu kini tidak lagi berujung pada keputusan untuk menarik diri dari lingkungan sekitar.

Kekalahan Pernah Menentukan Suasana Hati

Pada masa lalu, kekalahan Arsenal dapat membuat Rifky merasa kesal hingga enggan menjalankan agenda pribadi. Kondisi yang paling mengecewakan baginya terjadi saat kemenangan tim itu diikuti hasil buruk pada laga berikutnya.

“Bisa, bisa, bisa sampai bete. Kalau misalnya zaman kayak zaman pacaran gitu sama Bibi, Arsenal lagi menang terus kalah gitu, udah menang terus kalah kayak bete, nggak mau keluar rumah gitu,” kata Rifky. Ia menyampaikan kisah tersebut sambil tertawa saat mengenang respons emosionalnya sebagai penggemar sepak bola.

Pengalaman itu memperlihatkan kuatnya ikatan emosional Rifky dengan klub asal London tersebut pada periode sebelumnya. Hasil pertandingan tidak hanya menjadi tontonan, melainkan pernah memengaruhi rencana yang telah dibuat bersama orang terdekat.

Piala Dunia Dinikmati Lebih Ringan

Sikap Rifky berbeda ketika mengikuti Piala Dunia 2026. Ia tidak memiliki satu tim nasional yang dicintai secara khusus, sehingga pertandingan dapat ditonton dengan suasana yang lebih santai.

Rifky sempat berharap Portugal dan Inggris meraih kemenangan. Ia juga menyebut Belanda atau Spanyol sebagai tim lain yang ingin dilihatnya berjaya dalam turnamen tersebut.

“Sampai akhir nonton, cuma maksudnya nggak ada yang gue cintain banget gitu,” tuturnya. Ketiadaan ikatan kuat dengan satu negara membuatnya dapat menikmati laga sebagai hiburan.

Menurut laporan hot.detik.com, pengakuan Rifky muncul dalam pembahasan mengenai kebiasaan menonton sepak bolanya. Kini, ia memilih memisahkan hasil di lapangan dari kehidupan pribadi tanpa meninggalkan minatnya pada Arsenal.

Source: hot.detik.com
Berita Terkait