Risiko Kesehatan Jemaah Haji Jatim Terbukti, 10 Orang Wafat Selama Embarkasi Surabaya

Author: Redaksi Android62

Di tengah proses keberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya yang masih terus berjalan, kabar duka datang dari Jawa Timur. Sebanyak 10 jemaah haji asal provinsi itu meninggal dunia, dengan rincian sembilan wafat di Tanah Suci dan satu orang meninggal di Surabaya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan duka cita atas wafatnya para jemaah. Ia mendoakan agar amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi kesehatan tetap menjadi perhatian penting dalam rangkaian ibadah haji. Hingga saat ini, proses keberangkatan dari Embarkasi Surabaya juga masih berlanjut dan telah mencapai 83 persen dari total rencana.

Sembilan jemaah wafat di Tanah Suci

Nama-nama jemaah yang meninggal di Tanah Suci berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan tersebar dalam beberapa kloter. Mereka adalah Kamariyah Dul Tayib, 85 tahun, dari Kloter 8 Pasuruan; Abd Wachid, 71 tahun, dari Kloter 7 Pasuruan; Fajar Puja Sasmita, 53 tahun, dari Kloter 11 Kota Malang; dan Sibiatun Saji, 72 tahun, dari Kloter 33 Lamongan.

Daftar itu juga mencatat Mustika Rajim D, 75 tahun, dari Kloter 47 Gresik; Suyono Reso, 58 tahun, dari Kloter 62 Jombang; Dumaiyah Gopur, 67 tahun, dari Kloter 6 Pasuruan; Asraf Sudam, 65 tahun, dari Kloter 1 Probolinggo; serta Tarni Talikah Kastamun, 66 tahun, dari Kloter 55 Sidoarjo.

Sebaran nama tersebut memperlihatkan bahwa jemaah yang wafat datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Rentang usia mereka juga cukup lebar, mulai dari 53 tahun hingga 85 tahun.

Satu jemaah meninggal di Surabaya

Selain di Tanah Suci, satu jemaah asal Jawa Timur juga meninggal di dalam negeri. Jemaah itu adalah Tini Atmin, 56 tahun, dari Kloter 43 Kabupaten Gresik.

Ia meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya karena sakit jantung. Kondisi ini juga menambah daftar jemaah yang keberangkatannya tertunda karena alasan kesehatan.

Masih ada jemaah yang belum berangkat

Dalam data PPIH Embarkasi Surabaya, terdapat 13 jemaah yang belum bisa diberangkatkan. Dari jumlah itu, 10 orang tercatat sakit, satu orang berstatus pendamping, dan dua jemaah lainnya juga tertunda karena kondisi kesehatan.

As’adul menyebut beberapa nama yang belum berangkat berasal dari sejumlah kloter di Jawa Timur. Mereka antara lain Manah Saram dari Kloter 73 Pamekasan, Nawawi Syamsul Arifin dan Abdul Manaf dari Kloter 86 Bondowoso, serta Sahwati Marta Is dari Kloter 87 Bondowoso.

Ada pula Rafiin P Supatri dan Fathor Rahman Bunawardi dari Kloter 89 Situbondo, Ahmad Dahlan Said dari Kloter 92, dan Abd Rohmat dari Kloter 95 asal Jember. Nama lain yang ikut tercatat adalah Bahauddin Sajemur Saundar, Sundari Mudin Sabet, dan Suswati Sabue Naima sebagai pendamping Kloter 96.

Sementara itu, Regina Kasbun yang menunda keberangkatan karena sakit dan Budiman Her, pendamping Kloter 93 asal Jember, berada di KNO Medan. Seluruh data tersebut menggambarkan bahwa faktor kesehatan masih sangat menentukan kelanjutan keberangkatan jemaah.

Proses keberangkatan terus berjalan

Meski ada kabar duka dan sejumlah jemaah yang tertunda, proses pemberangkatan dari Embarkasi Surabaya tetap berjalan. Hingga kini, total 36.413 jemaah dan petugas telah diproses melalui 98 kloter.

Angka itu menunjukkan sebagian besar target keberangkatan sudah bergerak. Di saat yang sama, temuan 10 jemaah wafat menjadi pengingat bahwa ibadah haji menuntut kesiapan fisik yang tinggi dan pengawasan kesehatan yang terus-menerus.

Source: surabaya.kompas.com
Berita Terbaru