Rispo Ditampar Sungguhan oleh Dodit, Adegan Ketok Mejik Dipaksa Terlihat Nyata

Ananta Rispo mengaku sempat ditampar sungguhan oleh Dodit Mulyanto saat syuting film Ketok Mejik. Keputusan itu diambil agar reaksi emosi dalam adegan pertengkaran terlihat lebih natural di layar.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu cerita paling mencolok dari proses produksi film garapan Yogi S. Calam itu. Adegan yang semula diminta pura-pura justru berubah menjadi tamparan nyata karena pengambilan gambar tak kunjung memberi respons yang diinginkan.

Dodit memilih cara cepat agar adegan selesai

Dodit Mulyanto menjelaskan bahwa situasi di lokasi syuting menuntut reaksi yang meyakinkan. Ia menyebut Rispo terus salah dalam adegan konflik, sehingga pengambilan gambar menjadi berlarut dan membuat tim perlu segera mencari jalan keluar.

“Di sini ada drama yang harus berantem, dan Rispo salah terus. Akhirnya dia saya tampar beneran,” kata Dodit Mulyanto saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan bahwa tamparan itu semula memang diminta sebagai gerakan pura-pura. Namun karena adegan belum juga selesai, Dodit memilih melakukan tamparan nyata dan langsung meminta maaf kepada Rispo setelahnya.

“Biar segera kelar. Malam-malam daripada enggak selesai, dan itu namparnya disuruh pura-pura akhirnya saya tampar beneran. Maaf ya Rispo,” ujar Dodit.

Rispo menilai reaksi marah lebih mudah jika serangan itu nyata

Ananta Rispo membenarkan kejadian tersebut dan justru menilai tamparan sungguhan membantu dirinya mengeluarkan emosi yang dibutuhkan. Menurut dia, reaksi marah akan lebih mudah muncul jika tindakan yang diterimanya sejak awal dilakukan secara nyata.

“Sampai ditampar beneran itu ya karena Dodit-nya juga harusnya dari awal tampar beneran, biar reaksi saya tuh beneran marah gitu. Dia kan nampar tapi kan gitu kan jadi susah marah,” imbuh Rispo.

Bagi Rispo, pengalaman itu juga terasa berbeda karena Ketok Mejik menjadi film pertamanya yang tidak bertumpu pada komedi. Selama ini, ia dikenal lewat gaya akting yang lekat dengan humor.

Tantangan menjaga karakter di tengah para komedian

Rispo mengakui dirinya cukup sulit menahan kebiasaan melucu saat berada di lokasi syuting bersama para komedian lain. Karena itu, sutradara Yogi S. Calam kerap mengingatkannya agar tetap berada dalam karakter dan tidak kembali ke pola akting komedi.

“Jadi lumayan ada gatel-gatelnya tapi sutradara saya Pak Yogi selalu ngingetin gitu. Gestur-gesturnya salah dikit, ‘Oh ini mah masih komedi’, ‘Oke siap Pak’,” tuturnya.

Ia juga menyebut tantangan terbesar datang saat harus memainkan marah dan sedih secara serius. Berbeda dari komedi, emosi dalam film ini harus dibangun agar benar-benar menegangkan.

“Kalau marah harus marah. Kalau di komedi kan marah juga ya udah gitu karena memang targetnya buat lucu, bukan bikin orang tegang gitu. Tapi sekarang di sini marahnya harus bikin tegang gitu,” tuturnya.

Nama FilmSutradaraProduksiJadwal Tayang
Ketok MejikYogi S. CalamHAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films13 Agustus 2026

Drama komedi tiga sahabat dengan beban akting yang lebih serius

Dodit Mulyanto menilai proyek ini membuat kemampuan aktingnya berkembang. Ia merasa perannya di film tersebut tampil lebih dewasa dan lebih wise dibandingkan film-film sebelumnya.

“Selain di film-film lain biasanya saya itu akting menjadi diri sendiri, tapi di film ini kemampuan akting saya bertumbuh. Di film ini saya lebih dewasa, lebih wise,” katanya.

Ketok Mejik sendiri mengisahkan tiga sahabat yang berusaha memperbaiki hidup mereka ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan. Film drama komedi itu dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

Di balik unsur komedinya, proses syuting film ini memperlihatkan bagaimana para pemain dituntut keluar dari kebiasaan masing-masing. Dari cerita Rispo dan Dodit, satu adegan sederhana ternyata harus ditempuh dengan cara yang cukup keras demi mendapatkan emosi yang terasa benar di layar.

Source: www.suara.com
Berita Terkait