Runtuhnya Pucuk Pimpinan Iran, Serangan AS-Israel Tewaskan Deretan Tokoh Kunci

Author: Redaksi Android62

Gelombang serangan udara dalam perang AS-Israel melawan Iran dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh paling penting di jantung kekuasaan Teheran. Kehilangan itu tidak hanya menyasar panglima militer, tetapi juga menjangkau struktur keamanan, kabinet, dan lingkar dekat Pemimpin Tertinggi.

Di antara nama yang disebut paling menonjol adalah Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 itu tewas pada jam pertama perang, tepatnya 28 Februari, saat serangan udara menghantam pertemuan pejabat senior di Teheran.

Serangan tersebut juga menewaskan menantu perempuan, putri, dan setidaknya satu cucunya. Putranya, Mojtaba, dilaporkan selamat meski terluka dan kini mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi, walau belum tampil di publik.

Kerugian besar di tubuh elite pemerintahan

Setelah wafatnya Khamenei, nama Larijani ikut menjadi sorotan besar karena ia disebut sebagai pilar sistem pemerintahan Iran selama puluhan tahun. Ia tewas pada 17 Maret dalam serangan Israel di wilayah Teheran, setelah sempat tampil di depan publik hanya sepekan sebelumnya.

Kehadirannya dalam rapat umum pro-pemerintah sebelum tewas membuat kematiannya mengejutkan banyak pihak di lingkar elite Teheran. Bagi Republik Islam, kehilangan Larijani disebut sebagai pukulan besar pada lapisan politik yang selama ini menopang stabilitas negara.

Panglima IRGC dan jaringan komando yang ikut tumbang

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC juga kehilangan sejumlah petingginya dalam serangan itu. Mohammad Pakpour, yang baru menjabat sebagai panglima tertinggi IRGC pada Juni 2025 menggantikan Hossein Salami, tewas pada hari pertama perang.

Posisinya kemudian digantikan oleh mantan Menteri Dalam Negeri, Ahmad Vahidi. Pergantian cepat ini menunjukkan upaya Iran menjaga kesinambungan komando di tengah tekanan serangan udara yang terus berlangsung.

Alireza Tangsiri, Kepala Angkatan Laut IRGC, juga dilaporkan tewas. Veteran Perang Iran-Irak itu dikenal sebagai figur utama dalam operasi di Selat Hormuz, wilayah strategis yang kerap menjadi titik sensitif dalam hubungan Iran dengan lawan-lawannya.

Israel sebelumnya mengidentifikasinya sebagai tokoh kunci di balik penambangan dan pemblokadean jalur pelayaran vital itu. Kematian Tangsiri menambah daftar panjang perwira senior yang gugur dalam konflik singkat namun intens tersebut.

Ali Shamkhani juga masuk dalam daftar korban. Tokoh veteran angkatan bersenjata sejak 1980-an itu tewas pada hari pertama perang, setelah sebelumnya sempat dilaporkan tewas dalam konflik Juni 2025 tetapi ternyata hanya mengalami luka parah.

Kabinet, intelijen, dan struktur pengendali dalam negeri

Dari jajaran kabinet, Menteri Intelijen Esmail Khatib dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Teheran pada dini hari 18 Maret. Ia telah menjabat sejak 2021 dan dikenal sebagai sosok kontroversial yang oleh kelompok HAM dituduh berperan dalam penindasan protes domestik.

Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga menjadi korban gelombang serangan udara pada hari pertama perang. Ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan sejak 2024 dan termasuk dalam jajaran pejabat sipil yang terdampak langsung oleh serangan itu.

Di tingkat pengendalian internal, Gholamreza Soleimani, kepala kelompok paramiliter sukarelawan Basij, tewas pada 17 Maret. Basij dikenal sebagai sayap IRGC yang paling keras dalam menangani demonstrasi di dalam negeri.

Ali Mohammad Naini, juru bicara IRGC, tewas pada Maret dalam serangan yang disebut IRGC sebagai aksi penakut oleh AS dan Israel. Sebelum kematiannya dikonfirmasi, ia sempat mengatakan bahwa produksi rudal Iran tetap berjalan sempurna di tengah perang.

Komando teknis dan dampak yang meluas

Mohammad Shirazi tewas di hari pertama perang saat memimpin kantor militer yang mengoordinasikan cabang keamanan di kantor Pemimpin Tertinggi. Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata yang mengoordinasikan IRGC dan tentara reguler, juga dilaporkan tewas pada hari pertama perang.

Mousavi baru menjabat sejak Juni 2025, sehingga kematiannya menambah daftar pejabat yang belum lama menduduki posisi strategis. Pemerintah Iran disebut bergerak cepat mengisi jabatan-jabatan yang kosong setelah gelombang serangan itu.

Namun, rangkaian korban yang mencapai tingkat tertinggi menunjukkan besarnya kerusakan pada lapisan kepemimpinan Iran. Perang singkat yang berlangsung intens itu telah mengguncang struktur elite yang selama ini menjadi penopang utama sistem politik dan militer Teheran.

Gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang diumumkan pada Senin (15/6/2026) kini membuat dampak perang tersebut kembali menjadi sorotan. Deretan korban di kalangan elite Iran menunjukkan bahwa konflik itu meninggalkan jejak berat pada pusat-pusat kekuasaan negara tersebut.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru