Kenaikan Pertamax Bikin Beban Makin Berat, Media Asing Soroti Dampaknya ke Warga

Author: Redaksi Android62

Kenaikan harga Pertamax kembali menambah tekanan bagi masyarakat karena harga bahan bakar non-subsidi itu kini naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300. Penyesuaian yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga ini juga menyentuh Pertamax Green 95, yang ikut naik menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900.

Di saat yang sama, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di Rp6.800 per liter.

Dampak ke biaya hidup ikut disorot media asing

Perubahan harga tersebut menarik perhatian media asing karena dinilai bisa berdampak pada ongkos transportasi dan biaya hidup harian. The Star dari Malaysia menyebut kenaikan BBM non-subsidi berpotensi menambah tekanan di tengah fluktuasi harga energi global yang masih berlangsung.

Sorotan itu menegaskan bahwa kenaikan Pertamax tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan pribadi. Efeknya juga bisa menjalar ke biaya logistik, mobilitas harian, dan aktivitas ekonomi rumah tangga.

Alasan penyesuaian harga dari Pertamina

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa harga jual disusun melalui koordinasi dengan regulator agar pasokan dan distribusi bahan bakar tetap terjaga.

Roberth menambahkan evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar. Menurut dia, langkah itu diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kepastian pasokan energi.

Pasokan tetap dijaga

Di tengah kenaikan harga, Pertamina memastikan Pertamax dan Pertamax Green tetap tersedia di seluruh jaringan SPBU. Kepastian pasokan ini menjadi penting agar masyarakat tidak menghadapi gangguan distribusi setelah penyesuaian harga diberlakukan.

Bagi banyak keluarga, kenaikan BBM non-subsidi kembali menempatkan biaya energi sebagai pengeluaran yang sensitif. Karena itu, sorotan media asing turut memperkuat perhatian publik terhadap dampak lanjutan dari kebijakan harga bahan bakar tersebut.

Dengan harga yang sudah disesuaikan, beban ongkos mobilitas berpotensi ikut berubah, terutama bagi pengguna yang tidak masuk kelompok penerima subsidi. Kondisi ini membuat Pertamax kembali berada di pusat perhatian, bukan hanya sebagai produk BBM, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi ritme pengeluaran sehari-hari.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru