Pengguna jalan di sekitar Monumen Nasional perlu bersiap menghadapi potensi kepadatan pada Senin siang. Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah fakultas Universitas Bung Karno dijadwalkan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan mulai pukul 11.00 WIB.
Dampaknya berpotensi meluas ke sejumlah ruas utama di pusat Jakarta, terutama bila pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional. Pengendara yang menuju Balai Kota DKI Jakarta, Istana Negara, Gambir, dan kawasan Thamrin disarankan menyesuaikan waktu perjalanan sejak awal.
Ruas yang perlu diwaspadai
Kepadatan tidak hanya berpotensi terjadi di titik aksi, tetapi juga di koridor yang mengelilingi Monas. Sejumlah ruas yang perlu diantisipasi ialah Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Jalan Medan Merdeka Utara.
Simpang Patung Kuda Arjuna Wiwaha juga diperkirakan menjadi salah satu titik paling sensitif selama aksi berlangsung. Arus dari Jalan M.H. Thamrin menuju Monas pun patut diwaspadai karena berpotensi ikut tersendat.
Kepadatan juga bisa merembet ke Jalan Kebon Sirih, Jalan Abdul Muis, Jalan Ridwan Rais, Jalan Budi Kemuliaan, dan Jalan Majapahit. Karena itu, pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak di kawasan tersebut sebaiknya mencari jalur lain untuk sementara.
Rombongan massa dan titik keberangkatan
Massa aksi disebut akan bergerak dari Kampus UBK di kawasan Cikini menuju titik unjuk rasa. Persiapan keberangkatan dijadwalkan dimulai sejak pukul 10.00 WIB sebelum rombongan bergerak ke kawasan Medan Merdeka Selatan.
Aksi ini diikuti gabungan mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum UBK, BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, BEM FISIP, serta BEM Fakultas Ilmu Komputer UBK. Informasi tersebut disampaikan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin.
Alternatif dari arah selatan
Bagi pengendara dari Blok M, Senayan, atau Semanggi yang hendak menuju Jakarta Pusat bagian timur, jalur Thamrin-Monas sebaiknya dihindari. Rute pertama yang bisa dipilih adalah Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, lalu Kampung Melayu.
Opsi lain yang dapat dipertimbangkan ialah Semanggi, Sudirman, Manggarai, Salemba, lalu Matraman. Pengendara juga bisa memilih jalur Sudirman, Setiabudi, Menteng melalui Jalan Rasuna Said dan Jalan Diponegoro.
Alternatif dari arah timur
Pengguna jalan dari Bekasi, Cawang, atau Rawamangun yang menuju Tanah Abang dan Palmerah disarankan tidak melintasi Gambir dan Monas. Jalur memutar dapat membuat perjalanan lebih stabil saat arus di pusat kota melambat.
Salah satu opsi ialah melalui Cawang, Matraman, Pramuka, Salemba, Kramat Raya, lalu Tanah Abang. Opsi lain dapat ditempuh dari Rawamangun, Pramuka, Salemba, Jalan KH Wahid Hasyim, kemudian Tanah Abang.
Untuk kendaraan yang menuju kawasan Karet, jalur Matraman, Manggarai, Casablanca, dan Karet dapat menjadi alternatif. Rute ini memberi pilihan bagi pengendara yang ingin tetap bergerak ke pusat kota tanpa mendekati titik aksi.
Alternatif dari arah barat
Bagi pengguna jalan dari Tangerang atau Jakarta Barat yang ingin menuju Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, kawasan Medan Merdeka Barat sebaiknya dihindari. Arus di sekitar Patung Kuda juga berpotensi melambat selama aksi berlangsung.
Rute yang dapat dipilih antara lain Tomang, Slipi, Palmerah, Tanah Abang, lalu Kampung Melayu. Pengendara juga bisa mengambil jalur Tomang, Slipi, Karet, Casablanca, kemudian Cawang.
Alternatif lain adalah melalui Harmoni, Gunung Sahari, Kemayoran, dan Cempaka Putih. Jalur ini dapat membantu mengurangi risiko terjebak antrean kendaraan di sekitar kawasan Monas.
Selain memilih rute alternatif, pengendara mobil dan sepeda motor disarankan berangkat lebih awal bila memiliki agenda di Jakarta Pusat pada Senin siang. Pemantauan melalui aplikasi navigasi digital juga penting untuk melihat kondisi lalu lintas secara langsung dan menyesuaikan perjalanan bila terjadi pengalihan arus di lapangan.
