Robi Purnama menunaikan haji dengan kisah yang tidak biasa. Di Tanah Suci, ia tidak hanya berangkat sebagai jemaah, tetapi juga mendampingi ayahnya dalam perjalanan ibadah yang sudah lama dinantikan keluarga.
Momen itu menjadi semakin bermakna karena biaya pendaftaran haji kedua orangtuanya berasal dari gaji pertama Robi saat mulai mengabdi sebagai anggota Polri. Keputusan itu ia ambil sejak awal bekerja, saat pertama kali diterima di Polda Sumut pada 2012.
Gaji pertama untuk orangtua
Bagi Robi, gaji pertamanya tidak diarahkan untuk kebutuhan pribadi. Ia justru memakainya untuk mendaftarkan kedua orangtuanya berhaji sebagai bentuk bakti yang ia anggap paling berarti.
Pilihan tersebut membuat ibadah haji dalam keluarganya punya nilai emosional yang kuat. Robi juga memandang haji berbeda dari aset duniawi karena ibadah itu ia yakini membawa manfaat untuk dunia dan akhirat.
Perjalanan yang sempat panjang
Meski pendaftaran sudah dilakukan sejak lama, jadwal keberangkatan Robi tidak datang dengan cepat. Ia mendaftar haji pada 2019 dan sempat mendapat jadwal berangkat pada 2044.
Kesempatan itu kemudian datang lebih awal melalui kebijakan penggabungan mahram. Berkat aturan tersebut, Robi bisa berangkat bersama ayahnya dan mendampingi sang orang tua ke Embarkasi Padang.
Suasana di Embarkasi Padang
Keberangkatan bersama ayah membuat suasana di embarkasi terasa sangat personal bagi Robi. Ia menegaskan bahwa pendampingan itu dilakukan untuk membantu keluarga, bukan menggantikan peran ibunya.
Selama berada di sana, Robi menilai proses pendampingan berjalan lancar. Ia juga melihat petugas sangat sigap membantu jemaah lanjut usia, termasuk dengan kursi roda dan pengantaran makanan ke kamar.
Robi menyebut sang ayah langsung difasilitasi kursi roda. Menurutnya, layanan seperti itu membuat urusan jemaah di embarkasi terasa lebih ringan.
Doa untuk ibu yang lebih dulu wafat
Di balik rasa syukur, ada duka yang tetap ikut terbawa. Ibu Robi wafat pada 2019 sebelum sempat berangkat ke Mekkah, padahal namanya sudah didaftarkan sejak 2012.
Karena itu, keberangkatan kali ini juga menjadi ruang untuk mendoakan almarhumah. Robi ingin ibunya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kehilangan tersebut membuat perjalanan haji ini terasa semakin dalam maknanya bagi keluarga. Ibadah yang dijalani Robi bersama ayahnya menjadi ikhtiar untuk tetap menyambungkan doa kepada sang ibu.
Tetap membawa semangat tugas sebagai polisi
Di tengah ibadah pribadinya, Robi tetap membawa semangat pengabdian sebagai anggota Polri. Ia menyatakan siap membantu jemaah lain yang membutuhkan pertolongan selama berada di Tanah Suci.
Robi mengatakan akan membantu semampunya bila ada jemaah yang memerlukan bantuan. Sikap itu sejalan dengan perjalanan tugasnya yang pernah ditempatkan di Kepulauan Mentawai pada 2013, lalu dimutasi ke Sawahlunto pada 2015 hingga sekarang.
Saat ini, Robi bertugas di Polsek Sawahlunto. Bagi dirinya, pelayanan kepada masyarakat tetap melekat, termasuk ketika ia menempuh perjalanan haji bersama ayahnya.
Source: mediaindonesia.com






