Serapan Tenaga Kerja PMA Jabar Tembus 50 Ribu, Bekasi dan Bogor Paling Menonjol

Author: Redaksi Android62

Serapan tenaga kerja dari penanaman modal asing di Jawa Barat pada triwulan I 2026 menembus 50.108 orang. Angka itu naik 11.022 orang dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan menjadi salah satu penanda bahwa investasi di provinsi ini ikut menggerakkan pasar kerja secara nyata.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat melihat capaian tersebut sebagai sinyal positif. Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik menilai investasi yang masuk tidak hanya menambah arus modal, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.

Industri pengolahan masih jadi tumpuan

Di antara sektor penanaman modal asing, industri pengolahan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor ini menampung 34.556 orang atau sekitar 68,96 persen dari total tenaga kerja PMA di Jawa Barat.

Dominasi itu tidak lepas dari karakter industri pengolahan yang padat karya. Dedi menyebut sektor tersebut masih menjadi tulang punggung industri di Jawa Barat karena dampaknya terasa langsung pada penciptaan lapangan kerja.

Bekasi dan Bogor memegang peran penting

Secara wilayah, Kabupaten Bekasi mencatat penyerapan tenaga kerja PMA paling besar. Daerah ini menyerap 13.179 orang atau 26,30 persen dari total tenaga kerja PMA, didukung kawasan industri yang terintegrasi dan infrastruktur yang memadai.

Kombinasi dua faktor itu membuat Bekasi tetap menjadi magnet bagi investasi berbasis produksi. Di sisi lain, Kabupaten Bogor juga tampil kuat sebagai penopang penyerapan tenaga kerja, terutama dari penanaman modal dalam negeri.

Untuk PMDN, Kabupaten Bogor mencatat serapan 9.630 orang atau 14,88 persen. Pertumbuhan kawasan industri baru dan sektor penunjang ikut mendorong daerah tersebut menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di jalur investasi domestik.

PMDN juga bergerak naik

Dari sisi penanaman modal dalam negeri, total tenaga kerja yang terserap mencapai 64.730 orang. Jumlah itu naik 12.734 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Menariknya, kenaikan serapan tenaga kerja PMDN terjadi meski nilai realisasi investasinya disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dedi menilai kondisi itu menunjukkan kualitas investasi yang masuk semakin baik karena mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Secara keseluruhan, investasi melalui PMA dan PMDN di Jawa Barat pada triwulan I 2026 menyerap lebih dari 114 ribu orang. Bagi pemerintah provinsi, arah ini memperlihatkan bahwa investasi yang masuk sebaiknya terus diarahkan ke sektor-sektor produktif agar manfaatnya tidak berhenti pada nilai modal, tetapi juga meluas ke penciptaan kerja.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tetap mendorong investasi yang berorientasi pada lapangan kerja. Fokusnya tertuju pada sektor yang bukan hanya besar dari sisi realisasi, tetapi juga memberi dampak luas bagi masyarakat.

Source: bandung.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru