Status Standing Instruction atau SI kini menjadi tanda yang paling diperhatikan oleh KPM penerima PKH dan BPNT. Ketika status itu muncul di aplikasi SIKS-NG, proses pemindahbukuan dana dari kas negara ke bank penyalur biasanya sudah mendekati tahap akhir.
Pergerakan ini membuat banyak penerima mulai memantau saldo Kartu Keluarga Sejahtera lebih sering. Namun, pencairan tetap tidak terjadi serentak karena setiap wilayah menjalani proses administrasi perbankan dengan ritme yang berbeda.
Wilayah yang mulai masuk fase aktif
Sejumlah daerah sudah dilaporkan bergerak lebih cepat dalam penyaluran. Wilayah yang terpantau antara lain Pesawaran, Tapanuli Utara, Garut, Tuban, Batubara, Barito Timur, Manggarai Timur, Banggai Kepulauan, hingga Kotabaru.
Perbedaan jadwal antarwilayah membuat ada KPM yang lebih dulu melihat perubahan status, sementara yang lain masih menunggu giliran. Karena itu, pengecekan saldo dan status perlu dilakukan secara berkala agar perubahan tidak terlewat.
Cara memantau saldo dengan lebih praktis
KPM yang wilayahnya sudah masuk daftar prioritas dapat memeriksa saldo melalui bank penyalur seperti BNI, BRI, BSI, dan Bank Mandiri. Pemantauan lewat mobile banking menjadi pilihan yang disarankan karena lebih cepat, lebih akurat, dan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke ATM.
Pengecekan lewat ATM atau agen bank juga tetap bisa dilakukan. Meski begitu, langkah itu sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering agar tidak menambah antrean di layanan perbankan.
Pendamping sosial juga dapat menjadi jalur informasi tambahan bagi penerima. Melalui pendamping, KPM bisa memperoleh keterangan yang lebih rinci soal status penyaluran di wilayah masing-masing.
Dana sebaiknya segera ditarik penuh
Saat saldo sudah masuk ke KKS, dana bantuan dianjurkan segera ditarik seluruhnya. Dana yang terlalu lama dibiarkan mengendap berisiko ditarik kembali secara otomatis ke kas negara oleh sistem perbankan.
Karena itu, penarikan 100 persen menjadi langkah yang paling aman agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga sasaran. Di fase ketika status SI sudah muncul, kecepatan mengecek dan mengambil dana menjadi hal yang penting.
Masalah data masih bisa menahan pencairan
Meski penyaluran sudah berjalan, tidak semua KPM akan menerima dana pada waktu yang sama. Hambatan teknis masih bisa muncul, terutama bila ada ketidaksesuaian data kependudukan antara KTP dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
Status kelayakan juga dapat berubah karena pembaruan data penerima baru, perubahan ambang batas ekonomi keluarga, atau adanya anggota keluarga yang berstatus ASN, TNI, maupun Polri. Jika kendala seperti ini terjadi, KPM dapat berkoordinasi dengan perangkat desa atau pendamping sosial untuk melakukan verifikasi dan perbaikan data melalui SIKS-NG.
Pantauan saldo jadi perhatian utama KPM
Dengan SI yang sudah terlihat di sejumlah wilayah, perhatian kini tertuju pada pergerakan saldo di rekening KKS masing-masing penerima. Pola pencairan yang bertahap membuat pemantauan mandiri menjadi cara utama agar KPM bisa segera mengetahui kapan dana benar-benar masuk.
Situasi ini juga membuat kebiasaan cek saldo menjadi semakin penting di tengah perbedaan ritme antarwilayah. Bagi KPM yang statusnya sudah bergerak, informasi saldo menjadi penentu apakah bantuan sudah siap digunakan atau masih menunggu proses berikutnya.







