Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite di SPBU se-Jawa Tengah dan DIY sebesar 10 hingga 18 persen per hari menjelang libur sekolah pada 22 Juni hingga 3 Juli 2026. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama masa liburan.
Fokus utama penambahan pasokan diarahkan ke SPBU yang berada di titik tujuan wisata. Dengan begitu, suplai energi di wilayah yang diperkirakan ramai pengunjung diharapkan tetap aman saat arus perjalanan meningkat.
Antisipasi lonjakan konsumsi
Menurut evaluasi Pertamina, Jawa Tengah dan DIY diperkirakan tetap menjadi tujuan utama wisata saat libur sekolah. Perusahaan juga melihat tren tahun lalu, ketika konsumsi Pertalite pada periode libur sekolah naik 1,4 persen di Jawa Tengah dan 7 persen di DIY untuk semua jenis BBM.
Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng DIY, Taufiq Kurniawan, mengatakan dua provinsi tersebut memiliki peran penting dalam pergerakan wisata nasional. Ia menilai sektor pariwisata menjadi jantung ekonomi di Jawa Tengah dan DIY karena aksesnya mudah dan murah bagi pengunjung.
Pengiriman dinihari dan petugas antrean
Selain mempertebal stok harian, Pertamina Patra Niaga Jateng DIY menyiapkan sejumlah langkah pendukung agar pelayanan tetap nyaman. Pengiriman BBM dilakukan pada dinihari, volume pengiriman Pertalite ditambah, dan petugas marshaling disiagakan untuk mengatur antrean di SPBU.
Perusahaan juga membagikan air mineral kemasan secara gratis di titik tertentu. Untuk membantu pengunjung mencari akses energi di wilayah setempat, informasi SPBU terdekat tersedia melalui aplikasi MyPertamina.
Koordinasi dengan daerah dan kepolisian
Taufiq menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian terus dilakukan agar suplai BBM tetap terjamin. Upaya ini juga ditujukan supaya antrean di SPBU tidak mengganggu pengguna jalan lainnya selama masa libur sekolah.
Evaluasi lapangan dilakukan secara berkala bersama SPBU agar pengisian tetap mengikuti kebutuhan aktual. Dengan pola itu, penambahan stok 10 hingga 18 persen per hari dapat disesuaikan dengan prediksi konsumsi harian di masing-masing lokasi.
