Pasuruan Terdorong Krisis Air Bersih, 211 KK Di Winongan Bergantung Pada Pasokan Tangki

Author: Redaksi Android62

Sebanyak 211 kepala keluarga di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, harus bergantung pada pasokan air bersih dari armada tangki. Kondisi itu muncul setelah debit sumber air di wilayah hilir Pasuruan menurun dan memicu krisis pasokan air di kawasan tersebut.

BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan keadaan darurat itu pada Kamis (18/6) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Titik kekeringan tercatat terkonsentrasi di Desa Kedungrejo, sehingga distribusi air bersih harus dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian warga.

Respons darurat di lapangan

Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Pasuruan bersama jajaran terkait langsung bergerak untuk merespons situasi tersebut. Mereka menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki ke pos penampungan warga sebagai langkah penanganan darurat.

Dengan pola distribusi berkala itu, kebutuhan dasar warga tetap diupayakan terpenuhi di tengah menurunnya pasokan air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kekeringan bukan lagi sekadar ancaman musim kemarau, melainkan sudah berdampak langsung pada akses air bersih masyarakat.

Fenomena hari tanpa hujan ikut memperburuk kondisi

BNPB menyebut kekeringan meteorologis di Pasuruan berkaitan dengan fenomena hari tanpa hujan yang memicu kondisi kering di sejumlah kawasan. Abdul Muhari dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan situasi itu muncul di tengah banyak wilayah lain di Indonesia yang masih dilanda bencana hidrometeorologi basah berupa banjir.

Kontras itu membuat Pasuruan menjadi salah satu lokasi terbaru yang terdampak kekeringan saat sebagian daerah lain justru masih menghadapi genangan. BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan agar mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air sejak dini.

Mitigasi disiapkan menghadapi puncak kemarau

Langkah mitigasi dinilai perlu dipersiapkan lebih matang agar dampak kekeringan tidak meluas. BNPB menyebut puncak kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus, sehingga kewaspadaan perlu dijaga sebelum tekanan terhadap sumber air semakin besar.

Di tingkat lapangan, bantuan air bersih masih menjadi penopang utama bagi warga Desa Kedungrejo. Selama debit sumber air belum pulih, distribusi rutin dari pemerintah daerah dan tim penanganan tetap menjadi kebutuhan paling mendesak bagi 211 keluarga yang terdampak.

Source: www.antaranews.com
Berita Terbaru