Kehadiran Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, di Cebu langsung menarik perhatian karena ia datang dengan cara yang tidak biasa untuk seorang kepala negara. Ia terbang sendiri menggunakan pesawat pribadinya menuju lokasi KTT ASEAN dan mendarat bersama putranya, Pangeran Abdul Mateen, di Pangkalan Udara Mactan–Benito N Ebuen.
Pesawat yang digunakan adalah Boeing 747-8LQ dengan registrasi V8-BKH. Armada itu lama dikenal sebagai “istana terbang” karena identik dengan kemewahan dan citra eksklusif yang melekat pada sang sultan.
Mendarat bersama putra di Cebu
Setibanya di Cebu, Sultan Hassanal Bolkiah dan Pangeran Abdul Mateen disambut oleh pejabat Filipina. Penyambutan itu dilakukan oleh Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina Rex Gatchalian, Gubernur Cebu Pamela Baricuatro, dan Wali Kota Lapu-Lapu Cynthia King-Chan.
Kehadiran keduanya menambah perhatian pada agenda diplomatik yang sedang berlangsung di kota itu. Cebu menjadi pusat penyelenggaraan KTT ASEAN ke-48, dengan rangkaian pertemuan utama dipusatkan di Mactan, Kota Lapu-Lapu.
Pusat perhatian forum kawasan
KTT ASEAN ke-48 dan agenda terkait dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Mei 2026. Filipina bertindak sebagai ketua ASEAN tahun ini dan memilih Cebu sebagai lokasi utama pertemuan para pemimpin kawasan.
Seluruh pemimpin negara anggota ASEAN dijadwalkan hadir, kecuali Myanmar. Negara tersebut akan diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri, sehingga forum tetap berjalan dengan representasi penuh dari hampir seluruh kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan itu menjadi ruang penting bagi para kepala negara dan kepala pemerintahan untuk membahas isu-isu regional. Dengan komposisi peserta yang luas, bobot diplomatik forum di Cebu pun menjadi besar.
Kebiasaan terbang sendiri yang kembali mencuri sorotan
Sultan Hassanal Bolkiah bukan pertama kalinya menjadi perhatian karena kebiasaannya mengemudikan pesawat pribadinya sendiri. Pada sejumlah kesempatan sebelumnya, ia memang dikenal menerbangkan pesawatnya sendiri, sehingga perjalanan ke Cebu terasa berbeda dari kedatangan pemimpin negara lainnya.
Momen ini kembali menegaskan citra unik yang melekat pada sang sultan di forum internasional. Saat banyak pemimpin datang dengan pola perjalanan resmi yang serupa, kedatangan Sultan Brunei justru menonjol karena ia mengendalikan sendiri penerbangan menuju lokasi pertemuan.
Sorotan lain di antara para pemimpin yang hadir
Di tengah perhatian pada kedatangan Sultan Brunei, Presiden Prabowo Subianto juga menjadi salah satu pemimpin yang disorot di Cebu. Prabowo hadir untuk KTT ASEAN ke-48 dan menggunakan kendaraan taktis ringan Maung buatan PT Pindad sebagai kendaraan resmi selama berada di Filipina.
Penggunaan Maung menarik perhatian karena menjadi pertama kalinya kendaraan hasil industri pertahanan nasional Indonesia dipakai dalam agenda kenegaraan di luar negeri. Langkah itu ikut menampilkan simbol kemandirian industri pertahanan Indonesia di panggung internasional.
Dengan hadirnya Sultan Hassanal Bolkiah, Pangeran Abdul Mateen, dan para pemimpin ASEAN lainnya, Cebu menjadi pusat perhatian pada awal Mei ini. Kehadiran pesawat pribadi sang sultan, sambutan pejabat Filipina, dan agenda besar KTT ASEAN membuat pertemuan regional itu diwarnai sejumlah momen yang tidak biasa.
Source: www.beritasatu.com