Tekanan Teknis Masih Menekan IHSG, Support 6.750-6.850 Terancam Diuji Saat MSCI Ditunggu

Author: Redaksi Android62

Tekanan terhadap IHSG belum mereda ketika pasar menunggu pengumuman rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia. Di tengah kehati-hatian itu, area support 6.750-6.850 masih menjadi batas yang rawan diuji jika sentimen negatif berlanjut.

Secara teknikal, tanda pelemahan masih terlihat jelas. MACD membentuk histogram negatif, sementara Death Cross Stochastic RSI di area pivot memperkuat sinyal bahwa tekanan jual belum benar-benar selesai.

Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan dan menguji support tersebut. Kondisi itu sejalan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang turun 0,92 persen ke 6.905,62.

Fokus pasar tertuju ke MSCI

Perhatian pelaku pasar kini banyak mengarah pada perubahan konstituen MSCI. Rebalancing itu dinilai dapat memicu pergerakan baru di sejumlah saham besar yang masuk dalam pembahasan.

Saham Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu yang ikut disorot. Kedua saham tersebut sebelumnya memang masuk dalam pembahasan terkait MSCI.

Menjelang kepastian itu, minat beli cenderung tertahan. Banyak investor memilih menunggu arah pasar lebih jelas setelah daftar terbaru konstituen indeks diumumkan.

Sentimen domestik ikut menahan laju indeks

Di dalam negeri, pasar juga mencermati aturan baru tarif royalti perusahaan tambang yang akan mulai berlaku pada Juni. Aturan itu menambah kehati-hatian pelaku pasar di tengah kondisi indeks yang sudah rapuh.

Pelemahan rupiah ke level Rp 17.400 terhadap dolar AS ikut memberi beban tambahan pada sentimen. Kombinasi faktor tersebut membuat ruang penguatan IHSG tampak terbatas untuk sementara waktu.

Arah berikutnya menunggu data konsumsi

Selain kabar dari MSCI dan tekanan eksternal, pasar juga menantikan data penjualan ritel bulan Maret 2026. Angka itu diperkirakan tumbuh 6,8 persen secara tahunan dan menjadi salah satu petunjuk untuk membaca kekuatan konsumsi domestik.

Dalam kondisi pasar yang masih rentan, Phintraco Sekuritas menyebut saham ASII, RMKE, GJTL, INTP, dan LSIP layak dicermati. Kelima saham itu dinilai masih menarik dipantau di tengah volatilitas yang tinggi.

Skenario koreksi belum tertutup

MNC Sekuritas melihat IHSG masih berada dalam fase wave tertentu sehingga ruang koreksi belum hilang. Meski begitu, peluang penguatan terbatas tetap mungkin muncul di tengah pergerakan yang fluktuatif.

Lembaga itu menyebut IHSG berada dalam bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). Dalam skenario terlemah, indeks berisiko terkoreksi ke rentang 6.645-6.838, sedangkan penguatan yang muncul diperkirakan masih akan menguji area 6.972-7.012.

Untuk saham pilihan, MNC Sekuritas merekomendasikan ANTM, KLBF, MDKA, dan PTRO. Respons pasar terhadap daftar terbaru konstituen indeks MSCI Indonesia tetap akan menjadi salah satu penentu utama arah perdagangan hari ini.

Berita Terbaru