Teknik Prompting Masuk Kelas, Pelajar SMAN 2 Palopo Belajar AI Lebih Cerdas

Author: Redaksi Android62

Teknik prompting menjadi salah satu bekal baru yang paling menarik bagi pelajar SMAN 2 Palopo saat mengikuti seminar edukasi kecerdasan buatan. Lewat sesi ini, siswa tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga belajar cara memakainya secara tepat agar hasil yang didapat lebih relevan untuk kebutuhan belajar.

Seminar yang digelar mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo ini menempatkan AI sebagai alat bantu yang harus digunakan dengan cerdas, etis, dan tetap menjaga kejujuran akademik. Kegiatan tersebut berlangsung di SMAN 2 Palopo pada Kamis, 21 Mei 2026, dan menjadi bagian dari upaya mendorong literasi digital di kalangan pelajar.

AI dipahami sebagai alat belajar, bukan pengganti berpikir

Dalam pemaparan materi, siswa diperkenalkan pada peran AI di dunia pendidikan. Teknologi ini dijelaskan dapat membantu memahami materi pelajaran, mencari referensi belajar, mengatur jadwal belajar, dan meningkatkan kreativitas saat mengerjakan tugas sekolah.

AI juga dikenalkan sebagai tutor digital yang bisa memberi akses informasi lebih cepat dan praktis. Meski begitu, pemateri menegaskan bahwa peran tersebut tetap harus dipahami sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir siswa.

Pesan ini dianggap penting karena penggunaan AI dalam pendidikan semakin mudah dijangkau. Mahasiswa UIN Palopo mengingatkan bahwa pelajar tetap perlu mengasah kemampuan berpikir kritis dan tidak bergantung penuh pada teknologi.

Pelatihan prompting memberi pengalaman langsung

Bagian yang paling disorot dalam seminar ini adalah pelatihan prompting. Para peserta belajar menyusun instruksi atau pertanyaan dengan tepat agar sistem AI menghasilkan jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam sesi praktik, siswa aktif mencoba berbagai bentuk pertanyaan. Dari proses itu, mereka melihat bahwa kualitas respons AI sangat dipengaruhi oleh kejelasan permintaan yang diberikan pengguna.

Pelatihan ini membuat siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga memahami bahwa bahasa yang tepat menjadi keterampilan penting saat berinteraksi dengan teknologi digital. Semakin baik pertanyaan disusun, semakin besar peluang memperoleh informasi yang bermanfaat untuk proses belajar.

Antusiasme siswa terlihat dalam diskusi dan praktik

Sejak kegiatan dimulai, para siswa mengikuti seminar dengan antusias. Respons itu tampak saat sesi praktik, diskusi, dan tanya jawab yang membahas pemanfaatan AI dalam tugas sekolah hingga perkembangan teknologi di masa depan.

Interaksi di kelas membuat pembahasan terasa dekat dengan keseharian pelajar. Topik yang dibahas tidak hanya soal cara memakai AI, tetapi juga bagaimana teknologi itu bisa dipahami secara utuh di tengah perubahan digital yang cepat.

Mahasiswa UIN Palopo menilai pelajar perlu mengenal AI secara lebih lengkap. Mereka ingin siswa tidak sekadar ikut menggunakan teknologi karena sedang populer, tanpa memahami cara kerja dan batas penggunaannya.

Manfaat dan risikonya dibahas seimbang

Seminar ini juga menyoroti dua sisi penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Dari sisi manfaat, AI dinilai dapat mempercepat pembelajaran, membuat proses belajar lebih interaktif, serta membuka peluang kreativitas dan akses informasi yang lebih luas.

Di sisi lain, penggunaan yang berlebihan berisiko menimbulkan ketergantungan pada teknologi. Risiko lain yang disampaikan adalah penyebaran informasi yang tidak akurat dan berkurangnya interaksi sosial.

Karena itu, siswa diingatkan untuk menjaga keseimbangan saat memakai AI. Dalam konteks pendidikan, sikap kritis tetap dibutuhkan agar informasi yang diterima benar, relevan, dan layak digunakan.

Etika digital dan kejujuran akademik ikut ditekankan

Aspek etika digital menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa UIN Palopo memberi edukasi tentang pentingnya kejujuran akademik saat memanfaatkan AI dalam belajar.

Siswa juga diingatkan untuk menghormati hak cipta dan menghindari plagiarisme. Kemudahan teknologi tidak boleh mengurangi integritas dalam proses belajar di sekolah.

Dengan pendekatan itu, literasi AI tidak hanya dibicarakan dari sisi teknis. Pemahaman etis harus berjalan seiring agar penggunaan teknologi modern tetap bertanggung jawab dan memberi manfaat bagi kualitas pembelajaran.

Melalui seminar ini, mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo berharap pelajar siap menghadapi perkembangan teknologi dengan lebih matang. Kegiatan ini juga menunjukkan upaya nyata memperkuat literasi digital di kalangan pelajar agar AI benar-benar mendukung proses belajar secara positif.

Berita Terbaru