Telur BUMDes Cikeas Laris Diserap UMKM, Desa Wisata Ini Mulai Punya Mesin Uang Sendiri

Author: Redaksi Android62

Peternakan ayam petelur milik BUMDes di Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, kini menjadi salah satu penggerak ekonomi warga yang paling terlihat. Unit usaha ini sudah mencatat omzet sekitar Rp 1 juta per hari dengan keuntungan bersih mencapai Rp 10 juta per bulan, lalu 25 persen dari laba tersebut disetorkan sebagai sumbangan untuk Pendapatan Asli Desa atau PADes.

Produksi telur harian peternakan itu berada di kisaran 40 hingga 70 kilogram. Hasilnya langsung diserap oleh pelaku UMKM kuliner di Desa Cikeas, sehingga perputaran usaha tidak berhenti di tingkat produksi saja, tetapi ikut menghidupkan bisnis warga yang bergerak di sektor makanan.

Kondisi itu membuat stok telur kerap habis dan tidak selalu mampu memenuhi permintaan dari luar desa. Situasi tersebut menunjukkan bahwa unit usaha BUMDes sudah memiliki pasar yang aktif di lingkungan sekitar dan perlahan menjadi mesin uang baru bagi warga.

Di balik penguatan usaha desa itu, Cikeas juga sedang mengarah pada model desa wisata berbasis ekonomi lokal. Pemerintah desa menempatkan pengembangan wisata bukan sekadar untuk menghadirkan kunjungan, tetapi juga untuk membangun ekosistem yang mendukung usaha warga agar lebih mandiri.

Arah perubahan itu ikut dipercepat oleh dorongan digitalisasi. Pemerintah desa melihat digitalisasi sebagai cara supaya produk warga lebih mudah ditemukan, lebih mudah dijual, dan tidak hanya berputar di pasar lokal.

Langkah tersebut berjalan setelah ada kunjungan pihak BRI yang melihat potensi digitalisasi pelaku usaha di Cikeas. Seusai kunjungan itu, pemerintah desa bergerak melengkapi kebutuhan administrasi, termasuk memfasilitasi pembukaan rekening perbankan atas nama BUMDes.

Aparatur desa kemudian mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih dua minggu. Materi pelatihan mencakup produk perbankan, manajemen BUMDes, dan strategi pengembangan untuk pelaku UMKM.

Hasan Sadili, Kaur Perencanaan Desa Cikeas, mengatakan proses itu dilakukan bertahap dari administrasi sampai pelatihan harian. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi diarahkan agar nama usaha lokal muncul di ekosistem pencarian Google dan lebih mudah ditemukan pengguna internet.

Pendampingan tidak berhenti pada sisi teknis administrasi. Pemerintah desa juga membantu pembuatan akun Instagram, pendaftaran pada aplikasi pengantaran makanan, serta penggunaan platform e-commerce untuk usaha non-kuliner agar pasar bisa meluas ke luar desa.

Dari total 200 pelaku usaha yang masuk database desa, pemerintah desa kemudian menyaring 20 UMKM untuk mendapat pembekalan tambahan. Program itu diberi nama Pasar Raya UMKM Desa Cikeas dan berfokus pada penjenamaan serta teknik pengemasan produk.

Mayoritas usaha warga Cikeas bergerak di sektor kuliner, terutama makanan olahan berbasis tepung. Pembekalan itu diharapkan membantu pelaku usaha memahami digitalisasi sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk mereka.

Di sisi permodalan, Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari BRI menjadi instrumen yang paling banyak diakses warga sekitar. Kehadiran AgenBRILink di area pemukiman juga memudahkan transaksi harian, termasuk menabung tanpa harus datang ke kantor cabang bank.

Mantri BRI Unit Cimahpar, Win Zikra, menyebut layanan perbankan di Desa Cikeas tidak hanya mencakup permodalan, tetapi juga edukasi finansial. BRI juga terus mendorong penggunaan aplikasi BRImo agar transaksi warga menjadi lebih efisien.

Win menilai ada lonjakan adaptasi digital perbankan oleh warga sejak desa mengikuti program pembinaan terpadu. Ia berharap kerja sama desa dan perbankan ke depan semakin kuat, baik dalam permodalan maupun edukasi digital untuk UMKM.

Pemerintah desa sendiri menargetkan pengelolaan ekosistem wisata Cikeas bisa lebih terarah mulai tahun 2026. Harapannya, desa mampu menarik wisatawan dari luar dan membuat manfaat ekonomi dari rangkaian program ini semakin terasa bagi warga.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru