Terrano PHEV Concept menjadi salah satu sorotan karena membawa nama lama Nissan ke arah yang jauh lebih modern. Mobil konsep ini hadir dengan sistem plug-in hybrid yang menghasilkan tenaga sekitar 320 kW dan torsi hingga 800 Nm, angka yang menunjukkan bahwa Terrano kini diposisikan bukan sekadar sebagai nostalgia, tetapi sebagai SUV dengan performa serius.
Langkah Nissan ini juga memperlihatkan arah baru untuk lini SUV elektrifikasi mereka. Terrano PHEV Concept tidak hanya tampil sebagai konsep pameran, tetapi juga sebagai penanda strategi Nissan dalam memperkuat kendaraan energi baru atau NEV, terutama lewat pengembangan bersama mitra lokal di China.
Posisi baru di keluarga SUV Nissan
Dalam struktur produk Nissan, Terrano PHEV Concept ditempatkan di antara X-Trail dan Patrol. Penempatan ini memberi gambaran bahwa Terrano baru diarahkan untuk mengisi kelas SUV menengah dengan karakter lebih tangguh, tetapi tetap membawa kesan modern dan premium.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Nissan ingin menawarkan pilihan yang berada di titik tengah antara kemampuan, teknologi, dan citra produk yang lebih mewah. Dengan posisi itu, Terrano berpeluang menarik perhatian konsumen yang mencari SUV berkarakter kuat namun tetap relevan dengan tren elektrifikasi.
Nama lama dengan arah yang benar-benar baru
Terrano bukan nama asing bagi pasar SUV. Pada masa sebelumnya, model ini dikenal sebagai SUV konvensional yang cukup populer di beberapa pasar, dan versi terakhirnya disebut hadir sekitar 2016 dengan basis Dacia Duster.
Kehadiran Terrano PHEV Concept jelas membawa perubahan besar dibandingkan generasi lamanya. Identitas yang dulu melekat sebagai SUV konvensional kini bergeser ke arah kendaraan elektrifikasi, sejalan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.
Desain masih mempertahankan karakter SUV sejati
Secara tampilan, Terrano PHEV Concept tetap membawa DNA SUV yang tegas. Bodi tinggi, proporsi kokoh, lampu LED modern, skid plate, tow hook, serta dudukan ban serep eksternal di bagian belakang memperkuat kesan siap diajak melibas berbagai medan.
Detail tersebut menunjukkan bahwa Nissan tidak menghapus karakter petualangan yang selama ini identik dengan Terrano. Walau dibungkus bahasa desain yang lebih modern, kesan tangguh tetap menjadi elemen utama pada konsep ini.
Sistem plug-in hybrid dengan tenaga besar
Di balik tampilannya, Terrano PHEV Concept memakai kombinasi mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik. Sistem plug-in hybrid itu menghasilkan output total sekitar 320 kW, dengan torsi yang mencapai 800 Nm.
Angka tersebut menegaskan bahwa konsep ini tidak dibangun hanya untuk menampilkan sisi efisiensi. Nissan juga memberi penekanan pada performa, sehingga Terrano versi baru terlihat siap masuk ke segmen SUV elektrifikasi yang menuntut tenaga besar dan teknologi yang lebih maju.
Dikembangkan bersama teknologi lintas model
Platform yang digunakan Terrano PHEV Concept disebut sama dengan Frontier Pro PHEV. Kesamaan ini memperlihatkan bahwa Nissan memanfaatkan kolaborasi teknologi lintas model untuk mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi.
Pendekatan seperti ini membuat pengembangan produk bisa lebih efisien tanpa mengorbankan kemampuan dasar kendaraan. Di saat yang sama, strategi tersebut juga memperlihatkan bagaimana Nissan merancang lini NEV mereka dengan basis teknologi yang saling terhubung.
Debut di China, tetapi targetnya lebih luas
Debut Terrano PHEV Concept dilakukan di Auto China 2026, dan ajang itu dipilih karena China menjadi pusat penting pengembangan dan inovasi kendaraan energi baru Nissan. Kehadiran di panggung tersebut memberi nilai strategis yang kuat bagi model konsep ini.
Meski tampil pertama kali di China, Nissan menegaskan bahwa versi produksinya akan dipasarkan secara global. Artinya, Terrano PHEV Concept tidak disiapkan hanya untuk pasar regional, melainkan sebagai produk yang berpotensi masuk ke berbagai negara saat rencana produksinya berjalan.
