The Devil Wears Prada 2 Melaju Kencang di Box Office Global, Raihan Awal Capai Rp1,3 Triliun

Author: Redaksi Android62

The Devil Wears Prada 2 langsung membuktikan bahwa daya tarik kisahnya belum pudar. Di pekan perdana penayangan global, film produksi The Walt Disney Company itu meraih sekitar US$77 juta dari Amerika Utara dan membawa total pendapatan dunia mencapai US$233 juta.

Performa tersebut terasa mencolok karena kontribusi pasar internasionalnya juga besar, yakni sekitar US$156 juta. Angka itu menunjukkan sambutan luas dari berbagai wilayah, sekaligus menandai pembukaan yang sangat kuat untuk sebuah sekuel yang baru tiba di layar lebar.

Jika dibandingkan dengan film pertamanya, lompatan ini terlihat jauh lebih besar. The Devil Wears Prada yang rilis pada 2006 mencatat pembukaan US$27,5 juta di pasar domestik, sehingga awal penayangan sekuel ini tampak melampaui ekspektasi banyak pihak.

Dorongan itu ikut menghidupkan box office musim panas. Antusiasme terhadap sekuel ini memberi tenaga tambahan di tengah persaingan film yang biasanya ketat pada periode tersebut.

Di Indonesia, sambutannya juga tergolong meriah. Film ini sudah tayang lebih dulu pada 29 April 2026, sebelum perilisan global, dan jumlah penontonnya terus bertambah pada masa awal penayangan.

Cinepoint mencatat jumlah penonton mencapai 190.256 orang per Senin, 4 Mei 2026. Karena film masih berada di fase awal tayang, angka itu masih berpotensi naik.

Respons tersebut memperlihatkan bahwa basis penggemar The Devil Wears Prada masih aktif, termasuk di pasar Indonesia. Kehadiran sekuel ini rupanya masih mampu menarik perhatian penonton lama maupun penonton baru.

Dari sisi cerita, film ini membawa lompatan waktu sekitar 20 tahun dari film pertama. Fokusnya tetap berada pada Andrea “Andy” Sachs, yang kini telah menjadi jurnalis dengan reputasi kuat dan idealisme yang tetap terjaga.

Latar dunia media kembali memegang peran penting. Andy digambarkan kehilangan pekerjaannya setelah media tempatnya bekerja mengalami krisis finansial dan harus ditutup, sementara majalah Runway juga menghadapi tekanan besar dari era digital.

Pemain lama dan wajah baru

Film ini kembali digarap oleh David Frankel sebagai sutradara dan Aline Brosh McKenna sebagai penulis naskah. Keduanya masih bekerja dengan fondasi cerita yang diadaptasi dari novel karya Lauren Weisberger, seperti pada film pertamanya.

Para pemeran utama lama juga kembali hadir. Meryl Streep tampil sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, dan Stanley Tucci sebagai Nigel Kipling.

Nama-nama lain seperti Tracie Thoms sebagai Lily dan Tibor Feldman sebagai Irv Ravitz juga turut muncul. Di sisi lain, film ini menambah sejumlah wajah baru, termasuk Justin Theroux, Kenneth Branagh, Simone Ashley, Patrick Brammall, dan Lucy Liu.

Film ini juga menghadirkan figur besar dari dunia hiburan dan mode, seperti Lady Gaga, Ciara, Calum Harper, Naomi Campbell, dan Donatella Versace. Kehadiran mereka memperkaya warna cerita tanpa menggeser pusat perhatian dari konflik utama.

Runway kembali jadi pusat persoalan

Dalam alur sekuel ini, Andy dipanggil kembali ke Runway oleh Irv Ravitz untuk mengisi posisi Editor Departemen Feature. Tugas itu tidak ringan karena ia harus membantu memulihkan reputasi Runway sekaligus mendukung Miranda mempertahankan majalah tersebut dari ancaman kebangkrutan.

Aline Brosh McKenna menegaskan bahwa film ini tidak hanya dibuat sebagai nostalgia untuk penggemar lama. Ia menyebut film ini harus punya makna dan berbicara tentang bagaimana dunia telah berubah, sebagaimana dikutip dari laman The Walt Disney Company pada Senin, 4 Mei 2026.

Dengan pembukaan yang kuat di box office global, sambutan positif di Indonesia, dan cerita yang menempatkan dunia mode serta media dalam konteks baru, The Devil Wears Prada 2 menunjukkan bahwa jeda panjang bukan penghalang bagi popularitasnya. Film ini justru kembali hadir sebagai judul yang masih relevan di tengah perubahan industri hiburan dan media.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru